Keseruan Event APLI Exhibition 2022

Bahagia dalam kamus hidup saya itu sederhana. Salah satunya adalah datang ke sebuah event, menikmati euforia yang ada, melihat stand stand yang menawarkan produk atau jasanya, melihat bagaimana para tenant menata stand standnya agar menarik para pengunjung, mengikuti challenge di stand, dan tentu saja berburu hadiah. Tapi ada hal utama yang tidak dapat dilewatkan di sebuah event yakni talkshow membahas sesuatu atau workshop tertentu yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan.

Seperti hari Minggu, 24 Juli 2022, saya berkesempatan untuk hadir ke sebuah event yakni APLI Exhibition 2022. Jujur ini kali pertama saya mengikuti event yang diadakan APLI padahal sebelumnya APLI rajin membuat acara yang dibuka untuk umum.

APLI merupakan singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia Organisasi ini merupakan wadah persatuan dan kesatuan tempat berhimpun para perusahaan penjualan langsung (Direct Selling/DS), termasuk di dalamnya adalah perusahaan yang menjalankan penjualan dengan sistem berjenjang (Multi Level Marketing/MLM) di Indonesia.

APLI dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi IDSA (Indonesian Direct Selling Association). APLI juga sudah terdaftar sebagai anggota kamar dagang Indonesia, APLI juga merupakan bagian dan satu-satunya Asosiasi Penjualan langsung di Indonesia yang telah diakui oleh Federasi Penjualan Langsung Internasional (World Federation of Direct Selling Assosiation/WFDSA). APLI dicetuskan pertama kali oleh Bapak Eddy Budhiman dengan nama IDSA (Indonesian Direct Selling Association).

Di hari Minggu, menjelang siang hari saya berkesempatan hadir di APLI Exhibition yang bertempat di Pasaraya Blok M. Event ini berlangsung hingga 3 hari kedepan yakni tanggal 24, 25 dan 26 Juli 2022.

Saat pertama masuk exhibition, hawa semangat para penjaga stand dalam mengenalkan produknya mulai terasa. Senyum sapa dan ajakan untuk berkunjung ke standnya membuat saya dan beberapa teman blogger jadi tertarik ikutan. Ada beberapa stand yang saya kunjungi, salah satunya stand yang menawarkan produk penurunan berat badan. Jujur, beberapa bulan ini berat badan saya naik drastis. Kenaikannya pun adalah kenaikan tertinggi selama hidup.

Di stand tersebut, saya ditimbang berat badan, masa tubuh, volume air dalam tubuh, serta usia sel. Karena berat badan yang tidak ideal, jelas sekali usia sel saya juga melebihi usia saya sekarang. Bedanya lumayan sekali sampai 7 tahun. Setelah pengukuran, penjaga stand menjelaskan masukan-masukannya terhadap kami. Makanan apa yang sebaiknya dimakan dll.

Di stand yang lain, ada pengukuran anti oksidan tubuh. Ini seru sih, karena ini kali pertama saya cek anti oksidan yang ada didalam tubuh. Dan ternyata ketersediaan antioksidan dalam tubuh masih jauh dari standar jumlah yang ada. Kudu mempertanyakan makan sayur an dan buah buahan berwarna jingga kemerahan. Setelah melakukan pengecekan, beberapa stand memberikan hadiah. Lumayanlah hadiahnya cukup terpakai untuk sehari-hari.

Talkshow Apakah MLM Haram?

Kalau ikut event, acara talkshow nggak pernah saya lewatkan. Banyak pengetahuan yang diberikan narasumber yang lumayan memberikan insight untuk diri sendiri. Nah, di APLI hari pertama ada Talkshow yang membicarakan perkara apakah bisnis MLM haram atau tidak?

Talkshow yang diisi oleh Bapak Kany V. Soemantoro selalu ketua umum APLI, Bapak Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc, MA selalu Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN-MUI, Ibu Ina Rachman SH selaku Sekjen APLI dan di moderasi oleh Dr. U. Mulyaharja, SH, SE, MH, MKn. CLA.

Dari talkshow ini, saya menyimpulkan jika bisnis MLM halal dan sudah diakui oleh MUI. Perbedaan di Arab yang mengharamkan bisnis MLM hanya mengacu pada perusahaan tertentu yang menganut sistem money games. Sedangkan MLM di Indonesia khususnya produk-produk yang terdaftar di APLI sebagian besar sudah tersertifikasi halal serta sistem akad jual beli yang sesuai dengan syariat.

Bapak Bukhori juga menjelaskan produk-produk non makanan yang terdaftar halal seperti kulkas, memiliki sparepart yang terbuat dari bahan-bahan tidak halal, sehingga perlu sertifikasi halal untuk memastikan semua sparepart dari produk non-halal aman terutama untuk kaum muslimin.

Perkara halal haram sebuah barang atau makanan memang sangat riskan terutama untuk umat muslim sehingga MUI dalam hal ini ketat dan menyarankan usaha-usaha termasuk UMKM untuk mendaftarkan sertifikasi halal.

Don’t Worry

Buat kalian yang ketinggalan event ini, tenang.... Event APLI Exhibition atau event lainnya akan dilaksanakan secara berkala. Pantengin dan follow akun instagram APLI yakni @apli.ind



Tidak ada komentar

Posting Komentar