Minggu, 10 Maret 2019

Roti John ala Kedai Kembang SKI Bogor


Kedai Kemang di SKI Tajur Bogor
Ngomongin soal kuliner, emang nggak akan habis-habis. Wajar sih, sekarang ini selain jadi kebutuhan primer, makanan merambah ke gaya hidup. Belum lagi keberadaan sosial media yang memerlukan konten, salah satunya tempat makan yang hits dan kuliner yang juga sedang ngehits. Di kalangan milenials kayak aku hal-hal begini tuh penting banget.
Setelah pisang nugget, dilanjutkan ayam geprek pedas level levalan kemudian es kepal milo yang hits dan bertebaran di mana-mana dengan aneka improvisasi produk. Nah, akhir tahun 2018 ini ada yang mulai ngehits dan muncul di mana-mana. Pinggir jalan ada, depan ruko ada, di teras rumah makan tertentu juga ada. Yap! Roti John.  Sejenis sandwich dengan isian omlet dan daging cincang.
Dari literatur-literatur yang aku baca, bahan yang digunakan dalam membuat roti john adalah roti yang bentuknya panjang seperti baguette. Untuk bahan isian biasanya ada daging cincang (daging bisa daging ayam, kambing, sapi), bawang, telur, dan saus. Beberapa roti john yang aku temui isinya sosis dan kornet.
Awalnya kupikir Roti John itu yang punya namanya Pak John. Kemudian Pak John ini mewarisi resep turun temurun dan menemukan sajian roti yang enak dan mengenyangkan. Lalu Pak John membuka kedai roti, daripada bingung mencari nama untuk kedai rotinya. Pak John menamakan kedainya dengan namanya, jadilah Roti John.
Kemudian karena roti john ini sukses, Pak John membuka cabang di mana-mana, di pinggir jalan, di depan ruko dan tempat-tempat strategis lainnya. Kupikir demikian.
Roti John yang pertama kali aku lihat itu adanya di depan Sop Buah Pak Ewok di Malabar Bogor. Kupikir (kebanyakan mikir akunya ha...ha...ha...) selain yang punya namanya Pak John, roti john itu roti manis gitu. Jadinya kupikir roti dengan isian selai srikaya, atau isian coklat dan keju.
Pikiranku yang sok tahu akhirnya tercerahkan ketika salah satu tempat makan baru di SKI Bogor membuka kedai yang diberi nama Kedai Kembang dengan menghadirkan salah satu menu andalannya yaitu Roti John. Nah dari chef Irvan yang meracik roti john di Kedai Kembang, aku baru tahu sejarah roti john yang sesungguhnya.
“Dulu tentara Inggris di Koek Road Singapore membeli roti dari pedagang kaki lima yang bernama Abdul. Abdul ini keturunan India. Nah, setiap kali ada tentara Inggris yang lewat lapak rotinya. Abdul selalu berteriak, “Roti, John! Roti John!”. John di sini panggilan untuk orang asing berkuilt putih. Sejak saat itu roti seperti sandwich dengan isian daging cincang dan telur dadar mulai dikenal dengan nama Roti John.”
Kisah tentang Roti John versi Abdul ini mengingatkan aku tentang asal mula nama pempek. Konon, Empek merupakan panggilan untuk orang Cina yang berjualan kelesan (kelesan adalah nama awal dari pempek). Jadi saat penjaja kelesan lewat, orang-orang yang akan membeli memanggilnya, “Mpek..Pek... Mpek... Pek!” Lama-lama kelesan yang dijual lebih populer disebut pempek.
Ada versi lain mengenai sejarah roti john ini, konon roti ini dijual sejak tahun 1960an di Sembawang. Roti ini diperuntukkan bagi tentara Inggris yang pengen banget makan buger. Tapi karena enggak ada burger sebagai gantinya adalah sandwich dengan omlet dan daging cincang yang akhirnya dikenal dengan nama Roti John.
Menurut kalian sejarah roti john yang kece yang mana? Kalau aku sih yes buat yang versi Abdul daripada versinya Burger. Ha... ha... ha....
Nah, merebaknya bisnis roti john ini bak cendawan di musim penghujan. Cetar membahanalah kalau kata Incess Syahrini yang baru nikah. Versi roti john bertebaran dengan kekhasan di outlet-outlet pemiliknya. Aku sempat heran sih saat lihat outlet demi outlet yang tersebar, kok standar kualitasnya berbeda-beda. Ternyata menilik sejarahnya memang roti john itu sebutan dan mereknya tidak dipatenkan jadi bisa digunakan di mana saja.
Terus terang, aku belum pernah nyobain makan roti john. Nah, pas main-main ke SKI Bogor dan ada roti john di Kedai Kembang. Aku langsung cobain deh!
Kedang Kembang yang terletak di dalam SKI merupakan tempat makan baru yang mengusung konsep kekinian tanpa mengindahkan unsur kearifan lokal. Kebanyakan roti john yang beredar membeli bahan dasar rotinya dengan bahan-bahan isian yang instan. Nah, roti john di Kedai Kembang ini berbeda, rotinya dibuat sendiri oleh chefnya dan cheese saucenya pun diracik sendiri dengan memperhatikan kekayaan rasa. Bagusnya lagi, sebagian bahan dalam membuat roti john ini berasal dari bahan pangan lokal.
Roti John ala Kedai Kemang SKI Bogor
Karena rotinya buat sendiri, kualitasnya pasti terjaga dong. Kelembutan roti dengan tekstur yang masih bisa dikunyah bakalan memanjakan lidah pemamah biak seperti aku. Belum lagi tambahan kornet dan sosis dengan saus racikan sendiri membuat mulut tak berhenti mengunyah. Serius! Juara enaknya! Gimana nggak juara enaknya, chef yang meracik adalah Chef Irvan (bukan chef Erfano) yang sudah malang melintang di bidang kuliner ini  adalah jebolan dari Le Cordon Bleu London. Teknik memasak yang diperoleh di luar nagrek negeri ini yang akhirnya dipraktikkan di Kedai Kembang.
Selain roti john, menu-menu lain yang nggak kalah enaknya adalah menu-menu dengan memperhatikan penggunaan bahan pangan lokal. Keju dan coklat misalnya, diusahakan untuk menggunakan keju dan cokelat hasil dari dalam negeri.
Ada yang membuat aku bahagia saat melihat deretan menu. Ada wedang uwuh yang berasal dari rempah-rempah pilihan dan diseduh dengan air panas. Menghangatkan. Apalagi kalau diminum di saat hujan, Hmme... tambah nikmat pastinya. Ada juga bajigur.
Karena ini konsepnya kedai, jadi enggak banyak makanan berat yang dijual. Untuk makan berat sudah ada SKI Restaurat yang menjual makanan khas Indonesia mulai dari ikan bakar hingga sayur asem.
Jadi kalau main ke SKI, habis belanja tas atau berenang, dapat mampir untuk nyobain menu di Kedai Kembang.
Bahan Pangan Lokal
Bakalan pelik sih kalau ngomongin bahan pakan lokal, penggunaannya dalam bahan baku untuk sebuah bisnis kuliner. Namun, Kedai Kembang sebisa mungkin menggunakan bahan pangan lokal sebagai bahan baku dalam setiap menu.
Berbincang dengan salah satu owner SKI yang fokus di bagian kuliner, Chef Martina yang telah melanglang buana ke berbagai daerah. Pengalaman mengenyam pendidikan di Swiss membuat beliau makin cinta dengan potensi kekayaan alam yang ada Indonesia. Rupanya potensi luar biasa yang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah mengugah hatinya untuk “menyelamatkan” potensi bahan pangan lokal yang melimpah. Salut!
Bicara soal bahan pangan lokal, petani dan hasil alam yang kaya emang enggak bakal ada habisnya. Perlu kesadaran dari banyak pihak agar potensi lokal dikenal secara global. Belum lagi tantangan-tantangan yang kudu dihadapi, komoditi impor yang dari segi harga dan kualitas kadang lebih murah, melimpahnya hasil panen yang membuat harga bahan pangan anjlok, gaya hidup penduduk Indonesia yang masih bangga dengan produk luar dan tantangan-tantangan lainnya!
Selain fokus di bidang pangan lokal, salah satu owner SKI Mbak Mayang juga fokus mengembangkan Ruang Tumbuh yang fokus dalam membuat workshop-workshop dalam menebarkan kebermanfaatan.
Setelah menikmati roti john, aku menikmati Triple Coffee Cake. Rasa kopinya benar-benar terasa, kopi yang digunakan bukan kopi “kaleng-kaleng” alias kopi sachet. Tapi benar-benar kopi hasil dari petani di Indonesia. Mencicipi triple coffee cake berasa bahagia banget.
Kedai Kembang SKI Bogor
Sebelumnya, Chef Martina juga menjelaskan tentang kopi Gayo yang dari citarasa juara nikmatnya. Keinginannya untuk mengenalkan kopi tidak saja sebagai minuman juga sebagai bahan campuran untuk aneka hidangan, salah satunya ya triple coffee cake. Kelas banget deh cakenya!
***
Siang menuju sore, angin berhembus manja. Menikmati roti john dan beberapa menu di Kedai Kembang aku jadi merenung dan bertanya dalam hati, “Sudahkah kita bersyukur kepada Allah untuk nikmatnya hidangan yang dimakan? Sudahkah kita berterimakasih kepada para petani, peternak dan nelayan untuk bahan pangan asal muasal hidangan yang kita makan?
Semoga tulisan ini bermanfaat!




5 komentar:

  1. Oh ternyata begitu to hal ikhwal tentang roti john. Dan roti john-nya SKI mungil ya.

    Salam persahablogan,
    @adiwkf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dan aku sih yes untuk cerita Abdul dan big no untuk yang burger. Roti John SKI itu versi berkelasnya ala-ala Master Chef gitu. Kalau yang dijual di Kedai Kembangnya roti Johnnya memanjang seperti pada umumnya. Nah, yang membedakan rotinya dibuat sendiri oleh chefnya dan cheese saucenya diracik sendiri. Jadi enaknya berlipat-lipat...

      Salam hangat Mas Adi, Salam hangat untuk Mbak tami dan Seoul. Doakan tahun ini bisa dolan-dolan ke Seoul.

      Hapus
  2. Perlu dinikmati ini kalau ke SKI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu sekali. Sekalian main ke SKI, bisa belanja tas, main di beberapa arena permainannya kemudian ada juga waterpark. Kalau lapar dan pengen cemal cemil bisa mampir ke Kedai Kembang atau kalau pengen makan yang berat-berat bisa ke SKI Reastaurantnya....

      Salam hangat :)

      Hapus
  3. waah, enak banget nih sepertinya, mas erfano keren juga nulisnya.

    Salam hangat

    BalasHapus

Padang Rumput Savana di Puru Kambera, Sumba.

Pergi ke Sumba tentunya menjadi salah satu impian seseorang. Ya, meski nggak semua orang juga tentunya. Seperti yang sudah tersebar di medi...