Ongkos Kirim



Sebagai anak rantau, saya kerap merindukan kampung halaman, Lampung. Banyak hal yang saya rindukan.  Merindukan suasana kampung di pagi hari: melihat petani yang berangkat ke sawah atau ladang. Merindukan kampung saat senja: berkeliling desa dengan sepeda motor. Dan tentu saja merindukan suasana kampung di malam hari: keluar rumah sembari melihat langit yang bertabur bintang yang merupakan sesuatu yang langka terjadi di Bogor mengingat polusi cahaya yang membenamkan sinar bintang di malam hari.

Merindukan kampung halaman tentu saja tak hanya merindukan suasananya. Hal lain yang saya rindukan pastinya kuliner atau makanan khas, entah itu makanan khas daerah hingga makanan yang dibuat oleh ibunda tercinta. Makanan khas seperti pempek (di Lampung juga ada), kerupuk ikan atau kerupuk kemplang, keripik pisang original atau keripik pisang coklat jadi andalan oleh oleh dan sudah pasti dirindukan.

Tapi tidak hanya itu, bahan makanan yang dihasilkan dari kebun sendiri juga me-recall memory saya. Pisang kepok yang legit, daun singkong dari jenis tertentu, ikan panggang, tiwul atau obyek dari singkong hingga kopi Lampung kadang membuat saya rindu untuk menikmatinya. Belum lagi buah musiman seperti mangga, rambutan hingga alpukat yang melimpah ruah di kala musimnya tiba.

Sebenarnya di Bogor, bahan makanan atau buah buahan yang saya sebutkan di atas tersedia juga. Hanya saja, kepuasan dan citra rasanya jelas berbeda. Belum lagi, kadang beberapa makanan khas atau bahan makanan dijual dengan harga cukup mahal. Bikin geleng kepala dibuatnya....

Selain pulang kampung per periode tertentu (biasanya saat lebaran), untuk melepas kerinduan saya sering meminta adik perempuan atau ibu untuk mengirimkan makanan khas atau bahan makanan dari Lampung ke Bogor.

Pernah ya mangga di halaman rumah berbuah melimpah. Sekali panen, mangga bisa panen berkilo kilo. Orang rumah bahkan tetangga sudah menikmatinya. Dan ibu mengingat kami di Bogor lalu mengirimkan paket berisi mangga ke Bogor. Luar biasa!

Ketika saya merindukan ikan panggang, keripik pisang atau kerupuk kemplang. Saya cukup meminta adik untuk mengirimkannya ke  Bogor.

Ada satu kejadian yang membuat saya hampir membatalkan kiriman dari kampung. Saat itu, alpukat di rumah adik berbuah lebat. Alpukat jenis mentega (tulen banget menteganya) membuat adik begitu antusias untuk mengirimkannya pada kami di Bogor.

"Ini alpukatnya enak banget, kak! Daging buahnya persis kayak mentega. Lembut banget," ujar adik.

"Di Bogor juga ada sih. Cuma harganya selangit," jawab saya.

"Udah kak. Ntar aku kirimin. Bayar aja ongkos kirimnya," balasnya.

Akhirnya, alpukat dikirim. Ada sekitar 5-7 kilogram, alpukat yang dikirim. Kebayang dong berapa ongkirnya? Mencapai ratusan ribu....

Kejadian demi kejadian yang melibatkan ongkos kirim membuat saya berpikir ulang untuk dikirimi barang dari Lampung. Atau sebaliknya mengirimi barang dari Bogor ke Lampung. Ongkir yang lumayan yang kadang harganya lebih mahal dari barang yang dikirim membuat saya memilih menahan kerinduan akan makanan khas dari kampung halaman. Kalau pun rindunya sudah tak tertahan paling mencari di supermarket meski kembali lagi citra rasa dan kenangannya tak akan sama. 

Ongkos Kirim

Hal lumrah dari dulu perkara kirim barang pasti ada ongkos kirim. Maraknya online shop membuat ongkos kirim ini menjadi pertimbangan juga dalam memutuskan untuk jadi membeli atau tidak.

Beberapa kali pesan barang melalui online shop terpaksa saya batalkan karena ongkos kirimnya lumayan. Hampir menyamai harga barang. Saya sih agak mending tinggal di Bogor, buat teman-teman yang tinggal di luar Pulau Jawa, ongkos kirimnya lumayan banget kan.

Selain pelanggan, ongkos kirim yang lumayan juga membuat para pengusaha terutama UMKM terkena dampak. Beberapa kali pesanan pempek kami (kami punya usaha pempek) ke luar kota batal karena ongkir yang lumayan.

Harbokir
Apa itu Harbokir? Harbokir adalah Hari Bebas Ongkos Kirim yang kerap setiap tahun dirayakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE.

Tahun ini JNE berusia 31 tahun, dan seperti biasa JNE kembali meluncurkan program Harbokir yang siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia. Dengan tema “Maju Indonesia”, Harbokir akan digelar selama dua hari, yaitu pada 26 - 27 November 2021. Mantap banget kan.

Eri Palgunadi selaku VP of Marketing JNE, mengatakan, “JNE bersyukur sampai di usia 31 tahun, masih dapat berbagi kebahagiaan kepada pelanggan setia. Sejak diadakan pertama kali dalam perayaan HUT JNE Ke-26 pada tahun 2016 lalu, Harbokir langsung mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Terlebih di masa pandemi kali ini, Harbokir kembali dihadirkan dengan harapan JNE dapat  membantu para Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk tetap berinovasi dan meningkatkan penjualannya."

Eri juga menyampaikan harapannya agar Harbokir 2021 dapat kembali mendorong minat orang untuk berbelanja online. “Kami berharap dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Harbokir dapat dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh online seller tapi juga para pembeli selama periode promo berlangsung."

Oh ya Harbokir ini berlaku untuk semua pelanggan yang tergabung sebagai member JLC (JNE Loyalty Card) di seluruh Indonesia dengan pengiriman maksimum 2 kg per resi. Program free ongkos kirim (ongkir) ini dapat digunakan pada kiriman dengan layanan Reguler dengan tujuan pengiriman dalam kota yang sama, serta antar kota dalam 1 provinsi.

Nah, selain program Harbokir, JNE juga kembali memberikan promo khusus kepada pelanggan setia yang telah bergabung menjadi member JLC. Para pelanggan terpilih yaitu sebanyak 31 member akan mendapatkan subsidi ongkir sebagai dukungan untuk sociocommerce, double point untuk seluruh member pada tanggal 26 – 30 November 2021, lomba pantun testimony di website JNE dan paket bundling penukaran poin dengan Buku Bahagia Bersama dan voucher ongkir yang dimulai pada tanggal 11 November 2021 (selama stok tersedia) serta flash sale berupa penukaran 31 poin dengan voucher ongkir senilai Rp 30.000 dan penukaran poin dengan harga khusus untuk produk Modem Orbit yang akan dimulai pada 26 November 2021 (periode terbatas, selama stok tersedia).

Connecting Happiness

Harbokir yang digelar pada hari jadi JNE ini telah menjadi salah satu momen istimewa yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Indonesia. Harbokir pun telah menjadi salah satu momen peak season bagi JNE seperti halnya Harbolnas, Lebaran, Hari Natal dan Tahun baru dimana jumlah pengiriman JNE meningkat rata – rata sekitar 20% - 30% atau bahkan lebih, dibanding pada hari – hari biasa.

Masyaa Allah, keren sekali JNE. Harbokir ini tentu saja membantu saya, masyarakat Indonesia dan tentu saja UMKM. Sesuai dengan tagline JNE yaitu Connecting Happiness.  

Edukasi Kewirausahaan lewat Student Company

Ada pepatah bijak yang mengatakan ......

"Pendidikan terbaik bagi seorang wirausahawan ialah pengalaman. Engkau mendapat pengalaman jika mencoba."

Saya termasuk dibesarkan dalam jiwa kewirausahaan, meski tipis tipis namun lumayanlah jiwa kewirausahaan sudah tertanam. 

Sejak SD, saya sering membantu ibu dalam mengemas camilan untuk dititipkan ke warung di sekolah. Berlanjut ke SMP pun masih hingga kuliah, saya menjual aneka jajanan di kos-kosan. Hasilnya lumayan buat jajan dan tambahan biaya hidup di perantauan.

Ketika sudah memasuki dunia kerja, saya mengajar di salah satu sekolah di mana salah satu pilar pendidikannya adalah Enterpreneur. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur seperti berjualan, magang dan kunjungan ke UMKM.

Jiwa entrepreneur saya tidak berhenti. Hingga kini, saya dan istri masih menjalani bisnis kuliner kami yaitu Pempek Mafaza. Meskipun belum terlalu serius digeluti mengingat saya yang masih berkerja tapi pesanan demi pesanan masih berlanjut hingga kini.

Student Company


Jujur, saya baru tahu program ini (kemana aja selama ini ha ha ha). Jadi Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) di bawah dukungan Citi Foundation, PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia), dan PT Marsh Indonesia (Marsh Indonesia) konsisten mempromosikan konsep kewirausahaan dan menggali potensi bisnis generasi muda melalui program Student Company (SC). Keren banget ya.....

Nah, program ini turut berkontribusi dalam upaya mereduksi angka pengangguran muda di Indonesia, Prestasi Junior. Apalagi program Student Company ini sudah berjalan semenjak 12 tahun yang lalu dan melibatkan 13.358 pelajar baik dari SMA maupun SMK.

Program Student Company ini memfasilitasi pelajar dalam mengembangkan keterampilan berwirausaha melalui pengalaman langsung. Jadi para peserta terjun langsung dalam mencetuskan dan mengoperasikan usaha mikronya di sekolah.

Program ini juga memfasilitasi peserta menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan produksi dan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. Luar biasa detail....

Student Company 2021

Pada implementasi tahun ini, sebanyak 549 pelajar dari 9 kota/kabupaten di Indonesia (Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bandung, Bandung Barat, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, dan Denpasar) ditantang membuat ide bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah di komunitas serta mengoptimalkan teknologi digital dalam strategi dan operasionalnya.

Sejak difasilitasi dan beroperasi dari Mei 2021, 30 bisnis baru yang diinisiasi lewat program Student Company 2021 berhasil memperoleh total omzet mencapai Rp 239 juta. 

Selama periode program, guru serta relawan dari mitra PJI ikut terlibat aktif dalam memberikan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Para pelajar partisipan pun berkesempatan mengeksplorasi secara langsung bagaimana dunia usaha yang sesungguhnya, memperoleh gambaran lebih baik tentang keterampilan masa depan yang dibutuhkan untuk sukses, dan mulai mempertimbangkan kewirausahaan sebagai pilihan karir potensial.

Indonesia Student Company of the Year Competition (ISCC) 2021.


Sebagai puncak pelaksanaan program Student Company, Indonesia Student Company of the Year Competition 2021 digelar untuk merayakan pencapaian bisnis dan perkembangan kompetensi personal para peserta. Dari 30 perusahaan siswa yang terbentuk, PJI telah menyeleksi dan mengerucutkan 7 finalis untuk berkompetisi dalam ISCC 2021; yaitu Qreate SC (SMAN 34 Jakarta), Wignesa SC (SMAN 3 Semarang), Covarsi SC (SMAN 81 Jakarta), Neon SC (SMAN 2 Denpasar), Semaja SC (SMAS HelloMotion, Tangerang Selatan), Mico SC (SMAN 1 Cisarua, Bandung Barat), dan Alanza SC (SMAN 16 Surabaya).

Berikut 7 Student Company dari 7 Sekolah yang berhasil terpilih..... 

1. Qreate SC

Qreate SC ini merupakan finalis dari SMAN 34 Jakarta di sponsori oleh Marsh Indonesia. Produk yang mereka tawarkan adalah Kreaktiv Crate, alat pembelajaran STEAM  (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) yang interaktif dan menyenangkan untuk anak-anak dan remaja.

2. Wignesa SC

Finalis kedua ini adalah Wignesa SC dari SMAN 3 Semarang yang disponsori Citi Foundation. Produk yang Wignesa SC buat adalah Tatilo yaitu tas kombinasi daur ulang kain jeans bekas dengan batik yang tersedia dalam tiga varian, yaitu sling bag, backpack, dan pouch bag.

3. Covarsi SC

Finalis ketiga adalah Covarsi SC dari SMAN 81 Jakarta. Disponsori oleh Citi Foundation Pineary, paket menyulam dengan kain serat yang terbuat dari limbah daun nanas dan dilengkapi dengan portal khusus berisi video tutorial, daftar putar lagu, dan layanan cepat konsumen.

4. Neon SC

Neon SC berasal dari SMAN 2 Denpasar. Disponsori oleh Citi Foundation. Produk yang dibesut oleh Neon SC yaitu Your Hat, paket bucket hat dua sisi dan masker kain yang terbuat dari paduan kain drill dan kain endek.

5. Semaja SC

Finalis kelima adalah Selama SC yang merupakan Student Comapny dari SMAS HelloMotion, Tangerang Selatan. SC yang disponsori oleh AIG Insurance Indonesia ini membuat produk Bintang Eco-Friendly Notebook yang merupakan binder dengan kertas isi daur ulang yang dilengkapi recycling kit kertas. Produk ini diperkenalkan dengan IP character Bintang dan Tora.

6.Mico SC

Finalis keenam adalah Mico SC yang berasal dari SMAN 1 Cisarua, Bandung Barat. Disponsori oleh Citi Foundation, Mico SC ini membuat produk Mico T-Shirt, kaus berbahan katun dengan desain khusus dari kreasi gambar anak-anak yang dijual dengan misi menyediakan media bagi orangtua untuk mengasah kreativitas anak tanpa gadget.

7. Alanza SC

Alanza SC merupakan Student Company dari MAN 16 Surabaya. Disponsori oleh Citi Foundation, Alanza SC membuat La Cocina, paket alat memasak talenan dan spatula yang terbuat dari kayu mahoni dan dilengkapi dengan aplikasi smartphone untuk memberikan informasi terbaru mengenai produk, makanan, dan resep masakan.

Nah, tujuh tim terbaik tersebut akan mempresentasikan performa bisnis mereka untuk memperebutkan kehormatan mewakili Indonesia dalam kompetisi bisnis tingkat Asia Pasifik. Selama empat tahun terakhir, pelajar Indonesia telah menorehkan prestasi gemilang dengan masuk ke dalam jajaran tiga besar bisnis terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Bangga dan Bahagia 

Melihat bagaimana Prestasi Junior Indonesia melaksanakan program Student Company. Saya yang baru tahu merasa bangga dan bahagia. Bangga karena program ini benar benar memberikan kesempatan untuk anak muda dalam mengembangkan jiwa enterpreneur. 

Seperti pepatah yang saya utarakan di awal tulisan ini, "Pendidikan terbaik bagi seorang wirausahawan ialah pengalaman. Engkau mendapat pengalaman jika mencoba." Sejak 12 tahun hingga sekarang sudah banyak pelajar yang mencoba menjadi enterpreneur melalui Student Company ini, mereka mencoba mengemas ide, melakukan banyak kesalahan hingga akhirnya membuat produk yang berdampak pada sekitar tak hanya menghasilkan profit semata. 

Dan saya merasa bahagia sebab edukasi kewirausahaan semakin banyak terutama untuk anak anak muda level pelajar. Hal ini tentu saja akan memicu munculnya ide-ide bisnis baru yang akhirnya tumbuh dan berkembang yang dampaknya menguatkan perekonomian bangsa. 

Bravo Prestasi Junior Indonesia (PJI)! 

Bravo Student Company! 









Buku Itu Berjudul Bahagia Bersama

Pernah nggak sih, kamu merasa insecure dengan pencapaian hidup orang lain. Di mana hal tersebut membuat, hidup kita jadi terkesan biasa saja, dan akhirnya membuat kita seperti merasa gagal dalam menjalankan hidup.

Ini nih yang sedang saya alami beberapa bulan belakangan ini. Semakin usia bertambah, lantas melihat pencapaian hidup orang lain entah itu mengenai materi atau kebermanfaatan untuk semesta, rasanya kok saya jauh sekali. Kok kayak nggak ada apa apanya. 

Hingga akhirnya, saya merasa ingin menepi. Ingin jauh dari hiruk pikuk. 

Terus terang pekerjaan saya yang berurusan dengan dunia digital dan sosmed mau tidak mau selalu melihat pencapaian orang orang yang kadang secara umur masih di bawah saya membuat saya jadi makin insecure

Hingga akhirnya, di tengah kejengahan akan hidup ini. Saya menemukan sebuah buku. Jujur, semenjak berurusan dengan dunia digital. Saya lebih banyak membaca via gadget dibandingkan menghabiskan waktu dalam lautan kata kata pada buku fisik.

Buku tentang JNE?

Ya, buku ini bisa dikatakan buku tentang JNE tapi bisa dikatakan tidak sepenuhnya. 

Ngomongin soal JNE, hampir semua orang pasti tahu bergerak di bidang apa JNE itu. Di era yang begitu cepat seperti sekarang, di mana berbelanja banyak dilakukan secara daring. Kedatangan paket ke penjuru daerah adalah sesuatu yang biasa. 

Tagline JNE yang bertajuk Connecting Happiness ini membuat JNE menjadi pemimpin pasar di bidang pengiriman paket. Luar biasa....

Kembali soal buku ini, sang penulis Kang Maman yang berkolaborasi dengan Mice selaku ilustrator, tak secara gamblang bercerita mengenai JNE dan kesuksesannya. Kang Maman memilih mengambil sudut pandang lain, tentang spirit JNE yang diwariskan secara turun temurun oleh foundernya  Suprapto.

Buku dibuka dengan tulisan mengenai makna berbagi. Bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi apapun yang kita miliki. Al Qur'an dalam surat Al Baqarah ayat 261 menjelaskan tentang perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Ada beberapa ayat dalam Al Qur'an yang menjelaskan mengenai perihal berbagi ini, termasuk dalam Surat Al Ma'un. Dua surat inilah yang menjadi landasan penting JNE dalam menjalankan perusahaannya.

Isi buku dilanjutkan dengan kisah kisah epik tentang berbagi. Kisah tentang seorang bocah penjual gorengan yang begitu dermawan hingga kisah Komeng, Sang Komedian yang kerap mengirimkan paket misterius ke alamat rumah Kang Maman. Cerita dilanjutkan dengan kisah kisah epik soal berbagi, tentang kisah kurir JNE yang bersyukur bisa jadi bagian JNE, dan kisah kisah epik lain yang membuat saya termenung mengenai makna hidup ini.

Kisah buku dilanjutkan dengan Kisah Tiga Serangkai yang kini menjalankan JNE hingga sebesar sekarang. Mereka adalah Mohamad Feriadi ( Direktur Utama), Hui Chandra Fireta (Direktur), dan Edi Santoso (Direktur). Spirit yang sama dan DNA yang juga sama membuat tiga serangkai ini mampu menjadikan JNE menjadi perusahaan di bidang pengiriman paket nomor satu di Indonesia.

Perjalanan mereka dalam merintis JNE tak terlepas dari sosok pendiri JNE yakni H. Soeprapto Suparno ( alm) yang merupakan ayahanda Bapak Mohamad Feriadi.

Perjalanan Tiga Serangkai ini dalam membesarkan JNE hingga sekarang, benar benar dimulai dari bawah. Pak Chandra sebelum menjadi direktur keuangan, awal mula karirnya di JNE adalah seorang tukang ketik, Pak Edi dan Pak Feri awal karir menjadi seorang kurir paket dan kurir on board.

Salah satu, kata kata Pak Feri di buku yang membuat saya terketuk jika nanti memiliki usaha dan karyawan adalah.....

"Karyawan bukan bekerja untuk saya, tetapi bekerja bersama saya untuk mewujudkan mimpi bersama."

Buku dilanjutkan dengan Cerita Juara, yang merupakan kumpulan cerita para pemenang kompetisi JNE Writing Competition 2020 berbagai kategori mulai dari kategori jurnalis, blogger/umum dan kategori karyawan.

Saat membaca bagian ini, saya jadi memahami bahwa menjalankan sesuatu entah itu bisnis atau hal lain, tidak melulu profit yang menjadi tujuan. Tetap ada nilai-nilai yang diusung agar perusahaan tak sekadar menjadi tempat bekerja. Namun juga jadi rumah kedua bagi karyawannya. 

Tulisan -tulisan para pemenang JNE Writing Competition 2020 mengalir begitu menenangkan. Benang merah dari tulisan para pemenang ini menegaskan bahwa JNE bukan hanya sebuah perusahaan ekspedisi. Lebih dari itu, JNE adalah rumah kedua bagi para karyawannya, perusahaan yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, perusahaan yang menghadirkan religiusitas dalam setiap langkahnya. Sungguh jarang ada perusahaan seluar biasa ini. 

Di sebuah tulisan, seorang karyawan menceritakan saat pertama kali melakukan interview, hal yang membuatnya kaget adalah sebuah pertanyaan yang jarang sekali terlontar dari HRD, "Bagaimana dengan sholat anda?"

Selain tulisan-tulisan yang menggugah dan diceritakan dengan alur yang mengalir, ilustrasi yang dibuat oleh Mice juga tidak kalah menggugah rasa, hati dan pikiran. 

Yang membuat saya semakin bahagia adalah banyak sekali quotes atau kata kata menginspirasi. Salah satunya yang benar benar membuat saya berpikir dan merenung. Ada di halaman 69.

"Bahagia itu ada di hati setiap orang yang bersyukur. Rasa syukur itu menjadi sempurna karena keikhlasan memberi, berbagi dan menyantuni. "

Ya, tiga kata ajaib yang saya dapatkan dan sekaligus melekat begitu kuat dalam JNE yaitu memberi, berbagi dan menyantuni. Kata kata yang mengejawantah dalam diri JNE sebagai aplikasi dari Surat Al Baqarah 261 dan Surat Al Ma'un. 

Memasuki usia 3 dekade, JNE telah membuktikan bahwa menjadi besar perlu dukungan sekitar. Menjadi nomor satu tetap fokus pada nilai-nilai yang dituju.  Seperti hal yang diungkapkan para pendiri dan pemimpin JNE yang ditulis pada bagian prakata. 

"Mimpi harus diwujudkan! Jika ada "gangguan" dalam perjalanan, "Itu karena perbuatan baik kita masih kurang banyak, " tutur Sang Pemimpin. 

"Jangan cuma cari dunia, tapi juga akhirat, " tegas Sang Pendiri. 

Buku Itu Berjudul Bahagia Bersama

Ini buku tentang JNE tapi tidak sepenuhnya. Sebab buku ini mengajarkan banyak hal tentang makna bahagia. Tentang menemukan bahagia dari hal hal sederhana, dari rasa kecukupan, dan rasa syukur akan nikmat yang tiada tara dari Allah SWT. 

Usai membaca buku ini, rasa percaya diri saya kembali. Rasa insecure karena pencapaian orang lain perlahan redam. Buncahan rasa syukur dalam diri makin menyebar penuh membuat saya bisa kembali memaknai kebahagiaan hidup. Masyaa Allah..... 

Sungguh buku yang wajib kalian miliki! 

Berbagi, Memberi dan Menyantuni

Ngomongin 3 kata ini, pastinya sudah melekat sekali di tubuh JNE. Pada tanggal 26 November ini JNE akan merayakan HUTnya.

Bakal gebrakan dan inovasi apalagi yang akan dihadirkan JNE di usia 3 dekade lebih? Sebagai pengguna jasa JNE, saya selalu memnanti gebrakan JNE yang tentunya akan selalu mengaitkan diri pada kemanfaatan untuk semesta. 

Happy birthday JNE! Tetap selalu memberi, berbagi dan menyantuni....












Hari Bahagia Bersama

"Bahagia lahir dari rasa syukur yang tak henti padaNya dan usaha untuk senantiasa berbagi apa yang kita bisa pada sesama. Itulah sebabnya kita bisa memilih untuk berbahagia setiap hari, setiap kali." -Helvy Tiana Rossa


Sudah beberapa bulan ini, sejak pandemi makin menjadi-jadi, kebahagiaanku semakin lama semakin senyap, lenyap. 

Sebagai orang overthinking, pikiranku bebas melanglang buana, menjelajah waktu tanpa kuminta. Dan yang sering melintas di pikiranku adalah kekhawatiran. Dan itu lantas merenggut kebahagiaan hidupku secara perlahan-lahan. 

Di saat ingin kembali mencari arti kebahagiaan, di sela sela ingin mencari makna hidup ini. Ada saja cara Allah dalam menyadarkanku untuk kembali ke lintasan,  dan itu dimulai dari webinar bersama JNE Deklarasi Hari Bahagia Bersama yang ditandai peluncuran buku Bahagia Bersama. 

Selasa sore, 7 September 2021 pukul 15.30, acara dimulai dengan menghadirkan berbagai narasumber menginspirasi seperti M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, Maman Suherman selaku penulis buku Bahagia Bersama, Muhammad Misrad (Mice) selaku ilustrator buku Bahagia Bersama, Ivan Gunawan (pengusaha dan entertain), Melanie Soebono selaku aktivis dan founder Rumah Harapan Melanie dan Andi F Noya (presenter dan founder benih baik (dot) com). 

Kunci Bahagia

Sebagai seorang penulis, menulis bagi kang Maman adalah self healing, bukan saja untuk kesenangan pribadi namun juga untuk memberikan hikmah kepada sesama. 

Penulisan buku Bahagia Bersama bagi Kang Maman adalah sebuah kehormatan dapat menjadi penulis Buku Bahagia Bersama dan turut menularkan prinsip serta nilai-nilai berbagi yang membawa perubahan menjadi lebih baik lagi bagi individu mau pun masyarakat luas”.  

Bagi Kang Maman, berbagi agar dapat bahagia bersama perlu dilakukan sebanyak mungkin oleh tiap orang, tidak hanya dalam keadaan lapang tapi juga bahkan dalam kondisi sempit”, tambah pegiat literasi ternama yang akrab disapa Kang Maman ini.

Bagi Mice, selaku ilustrator buku Bahagia Bersama ketika berkarya baginya sudah membahagiakan diri sendiri, menghibur diri sendiri. Ketika bukunya terbit dan dinikmati khalayak dan mereka bahagia karenanya sehingga kebahagiaan buat Mice menjadi double. 

Bagi Mice merupakan sebuah challenge yang sangat asyik bisa menjadi bagian dari penyusun isi Buku Bahagia Bersama. Prinsip berbagi agar semua bisa bahagia bersama harus disampaikan secara berbeda sehingga pesan bisa diterima oleh semua kalangan dan semua umur, bahkan anak-anak”.

Menurut Ivan Gunawan, kunci bahagia dalam berkarya baginya adalah melakukan apa saja hingga saat ini yang merupakan pilihan hidup saya. Banyak orang yang berkerja namun tidak merasa bahagia. Orangtua Ivan Gunawan benar benar memberikan kepercayaan untuk menjadi apa saja yang diinginkan. 

Bagi Ivan Gunawan, salah satu kunci bahagia dalam hidupnya adalah membahagiakan orang terdekat lalu sekitar, " Apa yang saya punya tidak sepenuhnya milik saya. Jadi sudah menjadi tugas saya dalam membahagiakan orang terdekat dan sekitar. Selain itu, kunci kebahagiaan bagi Igun begitu ia akrab disapa yaitu jujur dalam berkarya dan apa adanya. 

Kunci bahagia bagi Andi F Noya adalah berbagi kepada sesama. Menurutnya berbagi tidak harus menunggu cukup lebih dulu, tidak harus menunggu kaya karena ketika hidup kita bukan untuk diri sendiri adalah kebahagiaan sejati. 

Melalui platform Benih Baik Dot Com, Bang Andi F. Noya berharap siapapun bisa mengakses untuk melakukan kebaikan. 

Kunci bahagia menurut Melanie Soebono adalah mewujudkan hal hal kecil orang lain,.  Mewujudkan hal hal kecil yang diinginkan seseorang ternyata membuat saya bahagia. Melalui Rumah Harapan Melanie yang sudah berjalan selama 14 tahun, Melanie dkk dapat mewujudkan hal hal kecil bahkan kebutuhan primer keluarga di Indonesia melalui donasi donasi yang dilakukan. 

Kunci Bahagia Bapak Feriadi Soeprapto( Presiden Direktur JNE) 

Sejak awal JNE berdiri, almarhum Aji Suprapto mengubah mindset adalah berbagi meskipun perusahaan belum stabil. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar bahagiakan orang lain dan sekitar. Peduli terhadap anak yatim, berbagi kebahagiaan ke panti jompo, peduli terhadap lingkungan. Apabila kita membahagiakan orang lain dan sekitar maka keberkahan hidup akan diraih. 

Menurut Pak Feri, perihal berbagi banyak disebutkan di ayat ayat dalam Al Quran. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan ada balasannya. 

“Dalam menjalankan bisnis, JNE memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Maknanya sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek kehidupan. “Bahagia Bersama” adalah hasil yang dituju dari prinsip Berbagi, Memberi dan Menyantuni yang selama ini JNE jalankan”.

Makna Bahagia

Talkshow webinar berlangsung seru dan makin menarik. Masing masing narasumber telah memaparkan kunci bahagia menurut mereka. 

Saat ditanya mengenai makna bahagia, Pak Feri menjelaskan jika kebahagiaan dalam JNE dan pribadi adalah dapat memberikan pelayanan terbaik antara penjual dan pembeli. Posisi JNE berada di tengah tengah, berada di antara keduanya.... 

Makna bahagia menurut Melanie Soebono adalah berguna dan nggak nyusahin orang. Makanya Melanie membuat hastagh #JanganMatiSebelumBerguna di akun sosial medianya. 

Giliran Ivan Gunawan, makna bahagia menurutnya adalah dapat berbagi. Karena saat berbagi hal itu merupakan stress realize. 

Andi F. Noya menjelaskan makna bahagia menurutnya adalah berbuat baik kepada siapapun. Bagi Bang Andi, hidup hanya satu kali jadilah berarti. Beliau pun berpesan, "Gunakan hidupmu, berbuat baiklah karena banyak juga orang yang tidak punya kesempatan untuk berbuat baik. 

Bagi ilustrator buku Berbagi Bersama, makna bahgia menurut Mice adalah berbagi bahagia melalui karya seni sedangkan menurut Kang Maman bahagia itu adalah buku. Bahagia menurutnya adalah orang orang di daerah dapat menikmati buku buku yang dikirimnya. 

Connecting Happiness JNE

Tagline yang diusung oleh JNE ini benar benar dirasakan narasumber, Kang Maman merasakan kemudahan dari JNE dengan bantuan gratis pengiriman buku ke daerah daerah yang lumayan besar budgetnya. Begitu pula dengan platform benih baik dot com besutan Bang Andi F. Noya yang dibantu JNE dalam menyalurkan donasi. 

Hal itu juga dirasakan oleh Rumah Harapan Melanie yang dibantu dalam pengiriman paket donasi ke daerah daerah sesuai dengan kebutuhan penerima. Untuk Ivan Gunawan, JNE telah memberikan kemudahan untuk pelanggan bajunya dalam gratis ongkir. 

Hari Bahagia Bersama dengan buku Bahagia Bersama

Salah satu bentuk bahagia seseorang termasuk saya adalah mendengar teriakan paket dari kurir paket. Kalian jugakah? 

Nah, JNE berkolaborasi bersama penulis Kang Maman dan kartunis Mice menghadirkan Buku Bahagia Bersama sebagai bentuk inspirasi untuk orang banyak akan pentingnya berbagi terhadap sesama. 

Proses pembuatan buku yang lebih banyak dilakukan secara virtual rupanya terlaksana dengan baik dan lancar. Energi positif antara JNE, penulis dan ilustrator membuat pengerjaan buku ini begitu lancar. 

"Pengerjaan buku ini tidak banyak editingnya," ucap Kang Maman seraya tersenyum. 

Bagi Kang Maman buku ini patut dimiliki karena mengandung banyak pesan tentang memberi dan menyantuni, sedangkan bagi Mice buku ini adalah buku siraman rohani karena banyak hal positif yang bisa ditiru. Bagi JNE, Buku Bahagia Bersama ini adalah buku bagaimana cara mencari kebahagiaan hidup. 

Penasaran dengan Buku Bahagia Bersama? 

Buku “Bahagia Bersama” dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia dan juga secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia dan Shopee. Berbagai program menarik terkait buku Bahagia Bersama pun dapat diikuti semua orang melalui akun resmi sosial media JNE.

Demikianlah Deklarasi Hari Bahagia Bersama sekaligus peluncuran buku Bahagia Bersama. Mendengar narasumber bercerita perihal berbagi, kunci bahagia dan maknanya, aku seperti tertonjok. Buncahan kekuatan seperti hinggap dan memelukku yang sedang tidak terlihat bahagia. 

Bahagia itu sederhana, jujur aku sering mendengar kata kata ini, dan berbagi pada sesama apapun itu adalah kunci kebahagiaan. Aku juga sering mendengar kata kata itu. Namun kata kata tentang bahagia itu perlahan terlupakan karena sibuk dalam memaknai kebahagiaan dan sibuk dengan diri sendiri, sibuk dengan pikiran sendiri. Dan lewat webinar Deklarasi Hari Bahagia Bersama, aku kembali diingatkan bahwa bahagia itu dekat, sederhana dan ada di sekitar kita. Dan.... Setiap tanggal 7 September kita peringati Hari Bahagia Bersama. 

Tiba-tiba pikiranku seperti menemukan AHAnya. Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk kembali bahagia, dan kali ini bahagia itu tidak untuk sendiri. 









Blog Competition Finantier

Bicara soal dunia perbankan, rasanya aneh jika masih ada masyarakat yang belum memiliki rekening di bank. Namun, masyarakat yang tidak punya rekening bank itu nyata adanya, dan tidak sedikit rupanya. Ada hampir 140 juta (atau setengah dari jumlah populasi) tidak memiliki akses ke layanan perbankan.

Selain memicu kesenjangan ekonomi, ketidakadilan dalam akses ke berbagai layanan keuangan juga dapat menciptakan kesenjangan sosial, di mana masyarakat tidak dapat memanfaatkan sumber daya keuangan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

 

Namun, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah bekerja keras untuk mengatasi kesenjangan yang semakin meningkat.

 

Melalui serangkaian rencana multi-tahunan yang ditargetkan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Indonesia, para pihak berwajib berhasil menaikkan tingkat inklusi keuangan dari 67% di tahun 2016 menjadi 76% pada 2019.

Negara itu sendiri akan mendapatkan keuntungan jika pertumbuhan ekonomi terjadi secara inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini nantinya juga akan mencegah munculnya sejumlah masalah sosial - seperti tingkat pengangguran yang tinggi. 

 

Data Pribadi

 

Tahukah bahwa aset digital yang paling berharga dalam seseorang adalah data pribadinya. Saat terhubung dengan internet data kita dikumpulkan mulai dari transaksi pembelian di olshop hingga history pencarian di mesin pencarian. Namun, sayangnya data pribadi ini kurang dimanfaatkan secara efisien. 

 

Ketika kita memberikan data pribadi kita ke beberapa platform keuangan, informasi data tersebut yang dikumpulkan sebenarnya tidak semata-mata dapat menguntungkan konsumen. Maka dari itu, banyak platform atau perusahaan yang sangat berhati-hati dalam menggunakan data pelanggan agar dapat terhindar dari persaingan.

Hal ini mengakibatkan data kita disimpan secara tertutup dan menimbulkan masalah karena perusahaan tidak memiliki gambaran menyeluruh tentang identitas digital kita. Keterbatasan akses data pun akan menjadi kendala dikarenakan kurangnya informasi pribadi kita.

 

Open Finance

 

Apa itu Open Finance? Open Finance adalah pertukaran data keuangan konsumen yang disetujui dan diamankan antara lembaga keuangan, guna menghubungkan kumpulan data tersebut dengan kumpulan data lainnya. Hal ini memungkinkan data pribadi kita diproses dengan cara yang menguntungkan.

 

Adalah Finantier yang merupakan startup pengembang layanan open finance, memungkinkan perusahaan finansial menggunakan sambungan API (Application Programming Interface) untuk mengefisiensikan beberapa proses.

Berdasarkan konsep Open Finance, produk Finantier dapat memudahkan fintech platform dan lembaga keuangan lainnya untuk lebih memahami konsumen dan meningkatkan akses keuangan bagi mereka, khususnya yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia.

Salah satu produk Verifikasi Identitas milik Finantier,  dapat mengumpulkan data lebih dari 95% platform keuangan di Indonesia untuk memungkinkan perusahaan memverifikasi identitas penggunanya dengan cara yang lebih cepat dan efisien.

 

Produk ini pun dapat membantu perusahaan untuk memvalidasi identitas konsumen yang tidak memiliki rekening bank dengan mengakses data platform keuangan alternatif seperti pemberi pinjaman P2P.

Hal ini sangatlah memudahkan para konsumen untuk mengakses layanan keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi mereka yang memiliki rekening bank.

 

Contoh Kasus

Berikut contoh kasus dari Asep.

Asep tinggal di pinggiran kota Bogor. Seperti kebanyakan penduduk di sana, Asep tidak memiliki rekening bank. Sebagai gantinya, dia menangani keuangan bisnis warung kecilnya tersebut melalui aplikasi dompet digital.

 

Sebelumnya, Asep tidak dapat mengajukan pinjaman bank untuk bisnis warungnya karena bank tidak memiliki informasi yang memadai tentang identitasnya untuk melakukan pemeriksaan latar belakang identitas Asep. Hal ini menghambat mata pencahariannya karena bisnis warungnya mengalami kekurangan modal.

 

Namun, dengan produk Verifikasi Identitas Finantier, data identitas Asep tidak akan ditolak oleh layanan keuangan yang dia perlukan. Sebagai gantinya, bank dapat mengakses data Bayu dari aplikasi dompet digital guna pemeriksaan identitas datanya sebelum memproses pinjaman. Nah, dengan pinjaman tersebut, Bayu akan dapat mengembangkan usahanya dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

 

Blog Competition Finantier

 

 

Link Registrasi:

Tema:

#FinantierForBetterFuture

Persyaratan Umum Lomba:

      Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan non karyawan Finantier

      Peserta merupakan perorangan atau individu

      Peserta Wajib mengisi form pendaftaran dengan data valid (nama, alamat, email, no tlp) dan juga memasukkan link artikel yang dilombakan pada form pendaftaran

      Periode pengumpulan artikel berlangsung dari tanggal 1 May hingga 28 Mei 2021

      Peserta dapat mendaftar lebih dari 1 artikel pada blog yang berbeda, namun hanya bisa memenangkan 1 hadiah jika terpilih lebih dari 1 artikel bagi pengirim yang sama ● Peserta wajib mengikuti, media sosial Finantier:

                        Twitter: https://twitter.com/joinfinantier

                                    Instagram: https://www.instagram.com/finantierco/

                                    Facebook: https://www.facebook.com/finantier

      Peserta diwajibkan mempromosikan hasil tulisan di akun media sosial (Facebook,

Instagram, Twitter) miliknya dengan menggunakan hashtag

#FinantierForBetterFuture

      Artikel atau share posting harus mengandung hashtag #FinantierForBetterFuture di content ataupun di judul.

      Setiap artikel yang dikirimkan menjadi hak milik Finantier

      Finantier berhak untuk mengubah syarat dan ketentuan sewaktu-waktu apabila diperlukan

      Kompetisi Blog ini tidak dipungut biaya apapun

      Panitia berhak mendiskualifikasi peserta, apabila melanggar peraturan yang telah ditetapkan

      Penilaian dan keputusan mutlak ada ditangan juri

Persyaratan Khusus Lomba:

      Usia blog minimal 6 bulan

      Blog Aktif (minimal posting 1 bulan terakhir)

      Jumlah postingan minimal 20

      Peserta bebas menggunakan platform domain apapun boleh berupa self-hosted ataupun web 2.0 seperti blogspot dan wordpress

      Platform user generated content tidak diperkenankan ikut dalam kompetisi ini

Kriteria Artikel:

      Artikel yang dibuat dan dilombakan mengambil tema #FinantierForBetterFuture dan menjelaskan bagaimana Finantier dapat mendorong inklusi keuangan dengan memberikan layanan akses keuangan bagi masyarakat di daerah.

    Jangan lupa isi form registrasi di sini

      Panjang artikel minimal terdiri dari 500 kata

      Di dalam artikel yang dilombakan, diwajibkan memberikan minimal  2 (dua) hyperlink. Hyperlink yang pertama ditujukan untuk homepage di https://finantier.co dan hyperlink kedua adalah untuk salah satu link artikel di https://finantier.co/blog

      Artikel yang dilombakan haruslah hasil tulisan baru, bukan artikel lama yang diedit

      Tulisan / materi merupakan karya sendiri (tidak plagiat), tidak pernah ikut serta dalam kontes SEO betting site, tidak mengandung SARA, hate speech, pornografi, viagra, kekerasan dan belum pernah dipublikasikan

      Tulisan / materi bukan hasil translator machine

      Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ● Dilarang menggunakan teknik blackhat SEO apapun

Kriteria Penilaian Lomba Blog:

      Kualitas dan kreativitas konten penulisan.

      Kesesuaian dengan tema.

      Relevansi foto/konten tambahan yang diberikan. Originalitas.

Hadiah Kompetisi Blog Finantier:

Pemenang dan Hadiah

Juara 1

Rp. 2.500.000,-

Juara 2

Rp. 1.500.000,-

Juara 3

Rp. 1.000.000,-

Total Hadiah

Rp. 5.000.000,-

      Pajak ditanggung pemenang

      Pengumuman pemenang akan diinformasikan pada tanggal 4 Juni 2021 di akun media sosial Finantier.

      Batas waktu klaim hadiah adalah 7 hari dari waktu pengumuman pemenang, apabila lewat dari batas waktu, maka hadiah untuk pemenang dianggap hangus.


Jangan lupa isi form registrasi ya di 

 http://bit.ly/FinantierBlogCompetition21







Hutang dan Bijak Merencanakan Keuangan

Pagi itu, matahari bersinar cukup terang. Biasanya nih, di pagi pagi sebelumnya mendung sudah menghadang. Saya buru buru ke sekolah, meskipun pembelajaran masih dilakukan di rumah tapi kami (guru dan pendukung) masih tetap masuk seperti biasa.

Ada beberapa agenda yang harus saya bereskan yaitu syuting video PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), liputan foto foto untuk sosmed sekolah dan evaluasi acara Day Camp. Day Camp adalah kegiatan pengganti Camping, Day dilakukan tatap muka dengan berkegiatan di luar ruangan. Jika biasanya 1 tenda untuk 5-10 anak, Day Camp menyediakan 1 tenda untuk 1 anak. Jika Camping dilakukan dua hari 1 malam, Day Camp dilakukan satu hari/sesi dan dibagi menjadi 3 sesi dengan jumlah anak anak yang dibatasi. Oh ya, day camp ini tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Saat sedang rapat evaluasi, tiba-tiba telepon genggam berdering. Panggilan telepon masuk dari nomor yang tidak dikenal. Telepon tidak saya angkat karena tanggung rapat tinggal sebentar lagi. Dua kali telepon dan tidak saya angkat.

Seteleh telepon, panggilan kembali muncul kali ini via whatsapp. Saya mengangkat meski nomor tidak dikenali. 

"Hallo..."

"Hallo, bayar utang Siti Halimah!" teriaknya. 

Saya kaget dong. Hutang? Pikiran saya langsung mengarah ke pinjaman online yang penagihannya sungguh mengerikan.

Telepon kumatikan. Dia kembali menelepon. Saya blokir nomornya.

Belum selesai urusan. Tiba-tiba nomor yang tidak saya kenal lainnya mengirimakan pesan via whatsapp.

"Mau kuramaikan gedung kamu?"

Saya kaget, lha kok ngancem? Namun saya baru tersadar ini pasti ulah penagih hutang. Sekalian saja saya isengi...

"Oh, ramaikan saja pak! Saya dukung!" Saya menjawab

"Bayar hutangnya Siti Halimah," lanjutnya lagi.

Tebakan saya benar. Ini pasti gerombolan penagih utang yang sama. Penagih hutang Siti Halimah yang jujur, saya tidak mengenalnya. 

Hutang dan Perencanaan Keuangan

Ngomongin soal hutang hingga dikejar-kejar penagih hutang, Alhamdulillah saya nggak pernah ngalamin. Jangankan ditagih hutang, berhutang saja saya enggan.

Sejak belajar tentang perencanaan keuangan. Alhamdulillah satu dekade ini saya cukup aman mengenai keuangan. Saat sudah menikah pun keuangan masih stabil. Alhamdulillah...

Nah, akhir pekan kemarin Tunaiku bersama Bank Amar menghadirkan webiner bertajuk Ngopi Bareng Bang Amar "Bijak Merencanakan Keuangan" bersama Aidil Akbar Madjid (Perencana Keuangan Senior) dan Ghaida Nuris (Coordinator Referral Program Amar Bank).

Menurut Bang Aidil, keuangan keluarga penting untuk direncanakan. Keuangan sebuah keluarga dikatakan sehat ketika sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu keuangan yang sehat memiliki dana darurat, tabungan dan investasi. 



Lalu bagaimana jika sebuah keluarga memiliki usaha? Tentu saja, keuangan keluarga dengan keuangan usaha harus terpisah. Nah, untuk keuangan usaha juga harus sehat lho. Saat memiliki usaha, kita perlu menentukan biaya, harga jual, cicilan dan yang paling penting adalah dapat mengatur cashflow keuangan.

Secara umum, ada rumus dalam mengatur keuangan bulanan. Dari 100% pemasukan 10% dialokasikan untuk kebaikan seperti zakat dan sedekah, 20% untuk masa depan seperti investasi dan biaya pendidikan anak, 40% untuk kebutuhan rumah tangga, dan 30% untuk biaya cicilan cicilan. 

Nah, untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni melakukan kerja tambahan dan buka usaha. Biasanya nih ada beberapa kendala dalam membuka sebuah usaha, salah satunya adalah modal. Buat orang yang hidupnya sudah Sultan, barangkali modal bukan hal yang meresahkan. Namun buat yang benar-benar memulai usaha dari nol, modal bisa jadi kendala. 

Salah satu cara untuk mendapatkan modal adalah dengan berhutang. Namun keuangan yang bijak perlu membedakan antara hutang yang baik dan hutang yang buruk. Contoh hutang baik untuk pendidikan, investigasi dan modal usaha. Contoh hutang buruk adalah kartu kredit, hutang untuk membeli barang yang nilainya makin menurun. 

Perlukah Pinjaman Online? 

Saat memulai usaha dan terkendala modal. Ada baiknya kita memikirkan apakah perlu meminjam dari pihak luar. Salah satunya melalui Pinjaman Online. 

Namun, jangan sampai kejadian Siti Halimah yang dikejar-kejar penagih hutang, hingga akhirnya menelepon saya yang kontak saya dipakai dan disalahgunakan Siti Halimah. Dapat dipastikan, layanan pinjaman online yang digunakan Siti Halimah adalah pinjaman online abal-abal. 

Ada beberapa pertimbangan ketika memilih pinjaman. 

1. Terpercaya dan Reputable

2. Terdaftar di OJK

3. Limit Relative Besar

4. Cicilan bisa panjang

5. Jaminan jelas

6. Ada aplikasi (online) di platform baik google Play Store maupun IOS. 

Tunaiku: Solusi Mengatasi Permasalahan Keuangan

Tunaiku adalah sebuah platform pinjaman digital tanpa agunan dari PT. Bank Amar Indonesia Tbk. yang memberikan solusi finansial bagi masyarakat yang kurang terlayani atau belum dilayani Lembaga Keuangan Formal. 

Keunggulan dari Tunaiku ini adalah jumlah pinjaman yang relatif besar yakni 2juta hingga 20 juta, interest bunga yang flat setiap bulanannya, jangka waktu pinjaman yang cukup panjang yaitu 6-20 bulan, dan biaya admin yang dimasukkan ke cicilan bulanan. 



Untuk memulai pinjaman online ada beberapa syarat yakni usia yang diperbolehkan yakni 21-55 tahun, memiliki penghasilan, hanya KTP tanpa jaminan, dan tinggal dan bekerja di wilayah cakupan Tunaiku. 

Selain melakukan pinjaman, Tunaiku juga memiliki program Referral. Program ini adalah bagian dari program Tunaiku Amar Bank yang memberikan kesempatan untuk siapa saja agar dapat menjadi pemberi referensi pinjaman Tunaiku. 

Selain mendapatkan komisi dari Tunaiku, kamu akan memiliki banyak kenalan baru dari nasabah maupun anggota Referral lainnya. 

Berminat gabung di Program Referral Tunaiku? kamu bisa hubungi email admin-referral@amarbank.co.id atau bisa lihat website di  https://partner.tunaiku.com