Jumat, 11 Januari 2019

Nikmatnya Makan Kapurung di Kapurung Kasuari Makassar


Apa yang ada di benakku kalau pergi ke sebuah daerah? Nyicipin kuliner khas daerah tersebut pastinya. Makanya kalau badan ini makin melar wajar saja ha.. ha... ha.... Sayang saja kalau sudah jauh-jauh berpergian ke sebuah daerah enggak nyicipin makanan atau minuman khasnya. Oh ya, selain nyobain kuliner, salah satu hal wajib yang harus aku lakukan kalau berpergian ke daerah adalah mengunjungi pasar tradisionalnya. Yap, pasar tradisional. Jangan heran ya!

Mengunjungi pasar tradisional di sebuah daerah seperti memberikan energi tersendiri. Enggak tahu kenapa, aku merasa damai dan bahagia kalau berada di tengah-tengah pasar tradisional, dengan catatan pasar tradisionalnya benar-benar yang tradisional ya. Yang enggak diadakan setiap hari. Barang yang dibawa juga hasil panen dari tempatnya masing-masing. Seperti saat mengunjungi Kabupaten Landak di Provinsi Kalimantan Tengah, surga rasanya ketika mengunjungi pasar yang berada di dekat hotel. Jadi, pedagang membawa hasil panen berupa sayuran dan buah-buahan ke pasar yang terletak di pinggir jalan di sebuah gang. Sayuran dan buah-buahan yang dibawa benar-benar buah lokal yang sedang panen dan matang di pohon. Soal harga, aduhai... menggoda sekali. Murah. Sangat sangat murah. Belum lagi jajanan tradisional yang dijajakan juga tak kalah menggoda. Buatku itu surga dan aku merasa bahagia karenanya.

Balik lagi soal kuliner khas sebuah daerah. Ada makanan yang enaknya kebangetan saat berkunjung ke Makassar. Enggak cuma satu makanan tradisional saja yang ada, ada makanan tradisional lainnya yang enggak kalah nikmat. Seperti kita tahu Makassar adalah surganya kuliner khas. Perlu disebutin? Coto Makassar, Konro, Sop Saudara, Pallubasa, Pallumara, Barongko, Pisang Epe, Es Palu Butung, pisang ijo, barobbo, lawa, pacco dan tentu saja kapurung.

Kalau makanan daging dagingan, aku kurang suka, makanya saat berkunjung ke Makasaar beberapa waktu yang lalu langsung deh jatuh cinta saat dibawa ke Rumah Makan Kapurung Kasuari.Rumah makan ini dinamakan Kapurung Kasuari karena terletak di Jalan Kasuari No.2, Kunjung Mae, Kota Makassar. Makanan yang dijual pun sesuai dengan namanya yaitu kapurung. Tapi tidak hanya kapurung saja yang dijual, ada makanan lainnya yang enggak kalah enak.


Kapurung
Ini kali pertama aku makan kapurung, dan langsung suka. Dari wikipedia, aku dapat info tentang kapurung...

Kapurung adalah salah satu makanan khas tradisional di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat daerah Luwu (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur) Makanan ini terbuat dari sari atau tepung sagu. Di daerah Maluku dikenal dengan nama Papeda. Kapurung dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan aneka sayuran. Meski makanan tradisional, Kapurung mulai populer. Selain ditemukan di warung-warung khusus di Makassar juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern.Di daerah Luwu sendiri nama Kapurung' ini sering juga di sebut Pugalu atau Bugalu.

Nah, di tempat makan ini Kapurung ada tiga jenis yaitu kapurung ikan, kapurung ayam, kapurung udang dan kapurung campur (ikan, ayam dan udang). Rasanya aduhai juara enaknya. Tepung sagu yang seperti lem disantap dengan sayuran dan ikan atau udang dengan kuah gurih menyatu di mulut. Ah, nikmatnya. Alhamdulillah...

Barobbo
Selain Kapurung, rumah makan ini juga menjual barobbo. Barobbo itu adalah bubur jagung yang diberi sayuran dan lauk. Di Kapurung Kasuari, barobbo itu juga ada empat jenis yaitu barobbo ikan, udang, ayam dan campur. Soal rasa, barobbo ini juga tidak kalah nikmatnya. Saat awal datang, aku memesan kapurung tapi sempat nyobain barobbo yang dipesan teman yang lain. Tapi jujur, barobbo ini enggak kalah juara enaknya.

Lawa dan Pacco
Lawa ini sejenis makanan dari ikan mentah yang dicampur dengan kelapa. Ada juga pacco yang berbahan dasar ikan mentah yang dicampur bumbu dan jeruk nipis. Awal mencoba sih, aku horor secara ikan mentah, namun saat dicoba, enak juga ternyata. Oh ya, lawa dan pacco ini dipesan sebagai pendamping makanan kapurung dan barobbo. Tapi bisa juga dijadikan menu pendamping nasi. Soal rasa, ikannya tidak berbau amis dan enak.

Peyek Mairo dan Ikan Pepes Mairo
Ini salah satu menu yang buat aku jatuh cinta. Peyek Mairo dengan ikan segar yang digunakan. Setelah aku cari, ikan mairo itu adalah ikan teri. Peyeknya yang renyah berpadu dengan ikan teri yang segar. Aduhai.... juara enaknya.

Selain peyek mairo, ada juga menu yang tidak kalah menggoda, masih menggunakan ikan mairo sebagai bahan dasarnya. Kali ini tidak dibuat peyek, namun dipepes. Soal rasa, tidak kalah dengan peyeknya. Kesegaran ikan mairo yang dipadu dengan bumbu khas. Makan dengan kapurung, masuk mulut, aduhai... juara enaknya.

Menu yang lain...
Menu yang ada di daftar menu juga beragam dan enggak sempat aku coba seperti ikan parede lamuru, ikan pallumara bandeng, ayam parepe dan ayam goreng. Karena ini tempat makan yang menghidangkan kapurung jadi pastinya banyak yang memilihnya sebagai menu utama. 

Menu Baru
Aku datang ke rumah makan ini di tahun 2016, jadi enggak update menu baru. Tapi saat lihat ulasan di google map terkait dengan rumah makan ini. Ada beberapa menu baru yang dihadirkan di Kapurung Kasuari ini. Untuk makanan utama tidak banyak yang berubah, namun untuk makanan pencuci mulut ada tambahan seperti ongol-ongol, pisang ijo, dan pallubutung.

Soal Rasa?
Saat berkunjung ke Makassar, aku mencoba beberapa kapurung dan barobbo di beberapa tempat makan. Namun, jujur kapurung dan barobbo di Rumah Makan Kapurung Kasuari ini yang juara enaknya. Ikannya segar dan rasanya juga pas di lidah. Ada beberapa tempat makan kapurung yang saya datangi menggunakan ikan asin atau ikan kering untuk kapurung dan barobbonya. Karena awal awal datang ke Makassar langsung mencoba makan di tempat makan ini, jadinya berasa jauh banget kualitas dan rasanya. 

Nah, karena rasa makanan yang enak. Aku datang lagi untuk kedua kalinya. Jatuh cinta pokoknya.

Tempat?
Berada di jalan Kasuari No.2, tempat makan ini seperti berada di perumahan. Jadi rumah, teras depan dan sampingnya digunakan untuk menjual kapurung. Soal tempat memang enggak instagramabel, enggak sekeren tempat-tempat makan kekinian yang banyak beredar. Tapi ini, enggak jadi soal (apalagi buatku), sebab kalau makanannya enak dan nikmat ini nomor satu. Setuju nggak?

Karena tempat makan ini berada di perumahan, jadi yang agak sulit adalah parkirannya. Tapi tenang, ada tukang parkir yang siap melayani dan mengarahkan mobil untuk parkir di pinggir jalan.

Harga?
Harga satu porsi kapurung dan barobo  dibandroll 23 ribu untuk kapurung dan barobo ikan, ayam dan udang sedangkan kapurung dan barobo campur dikenakan harga 25 ribu. Untuk makanan lain bekisar sepuluh ribu sampai 26 ribu. Enggak rugilah, apalagi satu porsi kapurung dan barobo bukan porsi yang kecil, bisa dimakan berdua malah. 

Pelayanan
Kalau pesan makanan di sini agak lama sih menurutku. Cuma wajar saja, tempat makan yang ramai, menu yang dimasak juga masih fresh. Barangkali yang perlu ditingkatkan lagi adalah keramahan pelayanan baik pengantar makanan maupun kasirnya. 

Oh ya, di tempat makan ini ada live musik juga loh. Biasanya yang nyanyi adalah pemusik jalanan. Dan... adanya live musik itu menambah suasana menjadi hangat, seru dan asik....

***
Kalau kalian berkunjung ke Makassar, pastikan deh nyobain kapurung dan barobo. Nah, di Kapurung Kasuari ini patut banget kalian coba. Kudu!

Terima kasih. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Me Time Bersama Zea

“Aku jatuh cinta 'Tuk kesekian kali Baru kali ini kurasakan Cinta sesungguhnya” (Lagu Cinta - Dewa 19) Lebay sih kayaknya...