Kamis, 10 Januari 2019

Rising Star Indonesia: Saat Voter Tak Lagi Percaya


Acara pencarian bakat di Indonesia dan dunia tidaklah sedikit. Banyak acara-acara pencarian bakat yang bermunculan lalu hilang namun banyak juga acara pencarian bakat yang masih bertahan. Tahun lalu Indonesian Idol yang tayang di RCTI dengan versi dewasa dan junior menyihir hati banyak pemirsa. Dari ajang ini juga muncul banyak penyanyi penyanyi yang hingga kini diperhitungkan di jagad industri musik Indonesia. Sebut saja Bianca Jodie yang berhasil menembus industri hiburan tanah air dan telah mengeluarkan dua lagu. Masih di ajang Indonesian Idol, ada Marion Jola yang pamornya di tahun 2018 cukup diperhitungkan. Di beberapa ajang penghargaan musik, Lala begitu ia akrab disapa berhasil menggondol penghargaan kategori pendatang baru terbaik. Yang paling gress adalah kemenangannya di MAMA yang digelar di Korea. Selain Bianca Jodie dan Marion Jola, jebolan Indonesian Idol 2018 yang juga cukup diperhitungkan adalah Ghea Indrawari, walaupun single perdananya yang bertajuk Rinduku tidak sebooming lagu perdana Jodie dan Lala, namun nama Ghea masih terdengar hingga kini dibandingkan sang juara, Maria Simorangkir.
Dari Indonesian Idol Junior, ada Anneth yang muncul dengan kualitas vokal penuh teknik apik. Beberapa kali video Anneth saat gelaran Indonesian Idol Junior berhasil trending. Masih di ajang yang sama, ada Nashwa yang muncul dan menjadi bahan pembicaraan netijen. Video audisi Nashwa berhasil menjadi trending topik di youtube, hingga kini video audisi Nashwa berhasil menembus 32 juta penonton. Menakjubkan. Sayangnya, vokal Nashwa yang tidak secangih Anneth membuat netijen kesal. Apalagi saat Nashwa berhasil masuk babak spektakuler, netizen tak habis-habisnya melakukan perundungan alias bullying terhadap Nashwa karena performancenya yang dinilai tidak pantas untuk masuk babak spektakuler. Di indonesian Idol Junior 2018 kemarin, Nashwa hanya sampai di lima besar.
Magnet kuat ajang pencarian bakat rasanya tidak henti-henti mencari “mangsa”, setelah ajang Indonesian Idol. Di Global Tv muncul The Voice Indonesia. Hingga kini The Voice masih berada di babak blind audition. Saat The Voice berlangsung, di RCTI muncul kembali Rising Star Indonesia (RSI). Ini sudah kali ketiga RSI diadakan dan saya lumayan mengikuti dan ikutan vote, terutama di Rising Star Indonesia Sesi pertama. Saat itu, persaingan sengit antara Indah Nevertari dan Hanin Dhiya. Kebetulan kedua nama itu yang punya penggemar yang lumayan. Kalau video Indah atau Hanin muncul di kanal youtube, dua kubu penggemar dari masing-masing kubu akan “perang” komentar merasa jagoannya yang paling keren.
Saat Rising Star sesi kedua tayang, saya juga mulai mengikuti tapi tidak ikutan ngevote. RSI kedua kurang greget dan pesertanya kurang saya suka. Eh, tapi ada satu peserta yang menarik perhatian saya yaitu kehadiran Zerosix Park. Setiap tampilan dari Zerosix Park terkonsep dengan baik dan sangat sangat interaktif.  Hasil voting mereka selalu tinggi, sering di atas 90%. Cuma di RSI sesi kedua ini, saya hanya penikmat saja, tidak memasang aplikasi Rising Star untuk ikutan voting.
Sampai akhirnya Grand Final RSI kedua, saya lebih memilih nonton lewat youtube. Saat itu ada empat peserta yang masuk ke Grand Final, mereka adalah Fauziyah Khalida, Andmesh Kamaleng, Trio Wijaya dan Zerosix Park.
Yang menarik dan jadi perhatian para netizen adalah saat Zerosix Park tampil membawakan lagu Runaway Baby. Skor yang harus mereka tembus adalah sebesar 73%. Vokalis pun mulai bernyanyi, mula-mula skors naik perlahan hingga mencapai 29%, kemudian juri ekspert Rossa vote 5% dan bertambahlah menjadi 34%. Kemudian vote berubah menjadi 0%, kemudian naik 6%, juri ekspert Judika vote 5% kemudian naiklah menjadi 11%. Kemudian informasi vote hilang lalu muncul lagi. Di akhir lagu presentase voting untuk Zerosix Park hanya mencapai 71% dan Zerosix Park harus puas di posisi 4.
Selesai?
Penonton di studio protes. Juri-juri ekspert terheran-heran terutama Ariel, Rossa dan Judika. Anang berusaha untuk “membela” tim RSI dengan komentar yang berbelat-belit dan disorakin penonton.
Masalah ternyata tidak sampai di situ. Saat video mereka ditayangkan di kanal youtube, beragam cacian tidak becus terhadap acara Rising Star dilontarkan oleh netizen. Di video tersebut sebanyak 13 ribu yang dislike dan 2700 yang like. Banyak yang bersumpah untuk tidak menonton acara ini lagi.
Rising Star Indonesia Season Ketiga
Saya tidak terlalu mengikuti, hanya sesekali lihat di youtube. Melihat peserta-peserta yang berpotensi untuk tembus di dunia hiburan tanah air. Sekadar mengamati saja sih. Room Audition beberapa kali digelar dilanjutkan dengan live audition. Ada yang menarik saat live audition pertama digelar, di awal-awal acara banyak peserta yang kualitasnya bagus tidak berhasil mengangkat layar besar interaktif. Penonton di studio heran, juri ekspert juga heran. Ada salah satu peserta muda Jacqueline Caroline yang tidak mampu mengangkat layar interaktif karena skor voting tidak sampai 70%. Untung saja Rossa, menyelamatkannya dengan memberikan golden vote.
Banyak netijen yang menyayangkan hal ini terjadi. Beberapa menganalisa kalau aplikasi Rising Star tidak dapat login, dengan artian aplikasi Rising Star Indonesia tidak siap dalam memulai acara ini. Ada juga yang menganalisa kurangnya sosialisasi dari pihak penyelenggara dan acara yang ditayangkan di atas jam sembilan malam dengan iklan iklan yang hadir membuat acara Rising Star Indonesia terlalu malam ditayangkan. Jam segitu saya memilih untuk tidur dan lebih memilih untuk melihat hasilnya lewat youtube.
Namun ada yang menggelitik saya saat membaca komentar para netizen. Banyak yang mencibir malas nonton dan tidak akan ikut-ikutan vote karena masalah voting di Grand Final Rising Star Indonesia kedua yang membuat Zerosix Park tersingkir. Rupanya voter sudah tidak percaya lagi.
Lalu?
Saya pribadi sudah tidak terlalu “ngoyo” untuk mengikuti langsung dari televisi. Apalagi acara ini ditayangkan larut malam yang seharusnya jadi waktu istirahat. Untung ada kanal youtube yang bisa dilihat kapan saja dan di mana saja. Jadi mengamati perkembangan acara cukup dari situ saja, apalagi nonton via youtube tidak harus melihat rentetan iklan bejibun yang tidak kalah menyita waktu.
Soal vote, saya hanya ikutan voting di RSI season pertama, selebihnya sudah tidak pernah. Kalau untuk voting via sms untuk acara Indonesian Idol, The Voice dan ajang pencarian bakat lainnya, sama sekali tidak pernah. Alasannya sesuka apapun saya terhadap finalis entah itu karena kualitas suaranya yang bagus atau suara yang memiliki identitas, namun malas saja harus buang-buang uang untuk voting lewat sms.
Acara televisi terutama pencarian bakat adalah salah satu industri hiburan yang ujung-ujungnya mencari rating, semakin bagus rating maka iklan yang masuk akan banyak, semakin banyak iklan yang masuk berarti akan banyak pundi-pundi uang yang masuk. Belum dari votingan sms, sekali voting sebesar Rp. 2.200,/sms coba kalikan saja dengan berapa jumlah sms yang masuk. Bisa milyaran uang yang masuk. Belum lagi gimmick gimmick yang dilakukan pihak televisi untuk menjaring lebih banyak voting yang masuk. Ya, begitulah industri hiburan.
Namun kesadaran ini yang belum banyak dimiliki oleh para pendukung. Banyak uang yang dikeluarkan untuk mendukung habis-habisan finalisnya. Ajang pencarian bakat Dangdut Academy Indosiar salah satu yang banyak menyedot voting sms pendukungnya. Bahkan pernah saya mendengar, pendukung salah satu finalis rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk mendukung jagoannya.
Belum lagi perang komentar yang muncul di sosial media hingga youtube. Bisa mengelus dada melihatnya. Bagaimana tidak mengherankan, kenal juga tidak dengan finalis, hanya karena menyukai penampilannya saat performance uang melayang untuk voting. Komentar menyakitkan di sosial media lontarkan.
Siapa yang diuntungkan?
Sekali lagi ini adalah industri. Dan hampir semua industri mencari untung banyak. Kalau sudah begini, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Termasuk saya, kebanyakan nonton video di youtube membuat saya jadi miskin kuota ha... ha... ha...
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Me Time Bersama Zea

“Aku jatuh cinta 'Tuk kesekian kali Baru kali ini kurasakan Cinta sesungguhnya” (Lagu Cinta - Dewa 19) Lebay sih kayaknya...