Jumat, 18 Januari 2019

Tiga Amalan di Hari Jumat


Amalan di Hari Jumat
Apa yang muncul di benakku dan beberapa orang dan mungkin banyak orang jika hari Jumat tiba? Kalau hari Jumat tiba itu berarti weekend akan tiba? Setuju? Itu berarti bisa rehat sejenak dari tumpukan pekerjaan, bisa leyeh-leyeh lebih lama sambil baca buku atau mendengarkan musik. Bisa pergi ke taman sembari membawa makanan kesukaan. Atau nyobain resep masakan baru yang sudah dipelajari sebelumnya. Atau nyobain tempat makan baru yang lagi hits dan instagramabel. Atau buat yang intovert menepi ke hutan atau ke sebuah tempat yang tenang bisa jadi pilihan. Apapun itu, semua akan terasa hawa-hawa weekendnya menjelang hari Jumat dan ketika hari Jumat mulai berakhir.
Padahal jika ditelaah lebih jauh, hari Jumat itu enggak sembarangan loh. Buat umat muslim hari Jumat adalah hari raya dan hari yang penuh berkah. Kenapa demikian? Banyak amalan-amalan yang pahalanya enggak main-main yang dapat dikerjakan di hari Jumat. Selain itu, banyak waktu-waktu mustajab untuk dikabulkannya doa yang kita panjatkan. Jadi sayang sekali ketika hari Jumat datang, kita melewatkannya begitu saja. Hari Jumat dinanti-nanti hanya karena setelah hari Jumat berakhir itu berarti pintu gerbang weekend yang dianti telah tiba. Sayang sekali.
Banyak hadist-hadist yang menjelaskan tentang keutamaan hari Jumat bagi kaum muslimin. Salah satu hadist yang kuingat adalah
Dari Aus bin Aus radhiyallohu anhu berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang afdhal bagi kalian adalah hari Jumat; padanya Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari Jumat juga sangkakala (pertanda kiamat) ditiup dan padanya juga mereka dibangkitkan, karena itu perbanyaklah bershalawat kepadaku karena shalawat kalian akan diperhadapkan kepadaku” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat yang kami ucapkan untukmu bisa diperhadapkan padamu sedangkan jasadmu telah hancur ?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagi tanah untuk memakan jasad para nabi” (HR. Abu Daud, Nasaai, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad yang shohih) .
Senanda dengan hadist yang diriwayatkan oleh Muslim
“Hari terbaik di mana matahari terbit di hari itu adalah hari Jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at” (HR. Muslim)
Jelaslah, hari Jumat adalah hari istimewa. Untuk itu, karena hari yang begitu istimewa, mari kita isi setiap waktunya dengan amalan-amalan yang memang dikhususkan ada di hari Jumat.
Nah, apa saja amalan yang bisa dilakukan di hari Jumat? Berikut tiga amalan yang bisa kita lakukan....
Membaca Surat Al Kahfi
Membaca surat Al Kahfi di malam Jumat atau di hari Jumat sangatlah diutamakan. Di masyarakat kita, Malam Jumat biasanya ada kegiatan yasinan atau membaca Surat Yasiiin. Sebenarnya tidak masalah membaca surat apa saja di dalam Al Quran ketika malam Jumat. Namun mengacu pada hadist sebaiknya mengikuti hadist yang ada terkait dengan membaca surat yang diutamakan.
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok).
Surat Al kahfi ada 110 ayat, kita bisa membaca sekali duduk sebenarnya. Hanya terkadang, rasa malas karena kesibukan (yang kalau disempatkan sebenarnya bisa), membaca Surat Al Kahfi tidaklah berat. Beberapa teman biasanya membaca Surat Al Kahfi “dicicil” saat malam Jumat (setelah sholat Isya), setelah sholat Subuh dan menjelang sholat Jumat. Namun kalau membaca sekali duduk juga tidak berat karena menyelesaikan surat Al Kahfi tidak sampai satu jam, sekitar setengah jam.
Perbanyak Bersholawat
Tidah harus hari Jumat saja sih untuk memperbanyak sholawat, namun karena hari Jumat adalah hari yang utama. Sesuai dengan hadist:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)
Sholawat yang biasanya aku suarakan adalah Allahumma Sholli wa Sallim 'Ala Nabiyyina Muhammad. Kalian juga dapat mencari sholawat yang lebih panjang di google. Biasanya setiap pagi setelah dzikir sholawat aku lakukan. Bisa juga saat melakukan perjalanan dari rumah ke kantor. Kalau kalian sempat olahraga pagi, misalnya jalan kaki keliling kompleks, bisa juga sambil sholawatan. Untuk jumlah sholawat semakin banyak ya pastinya akan semakin baik.
Banyak Berdoa
Hari Jumat sebagai hari utama dan istimewa memiliki waktu-waktu tertentu yang sangat mustajab untuk berdoa. Khusus untuk kaum pria, salah satu waktu yang sangat sangat mustajab dalam berdoa adalah dia antara dua khutbah. Waktu tersebut sangatlah singkat, untuk itu kita harus intar pintar ambil kesempatan.
Biasanya saat sholat Jumat, godaan untuk tidur datang. Nah, ini yang patut diwasapadai menurutku apalagi saat ada waktu berdoa di antara dua khutbah. Tahan sedikitlah rasa kantuk, toh waktu khotib berkhutbah juga tidak panjang durasinya paling lama sekitar 30 menitan, tapi rata-rata sih 20 menit. Jadi sayang saja, kalau khotib sedang berkhutbah kita tidur, lebih sayang lagi saat waktu antara dua khutbah kita melewatkannya untuk memanjatkan doa.
“Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Waktu berdoa yang juga tidak kalah mustajab adalah Jumat sore setelah ashar. Seperti yang dijelaskan pada hadist berikut:
Hadist dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Pada hari jumat ada 12 jam. (Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah asar. (HR. Abu Daud).
Biasanya di waktu ashar, kita sudah disibukkan untuk pulang kembali ke rumah. Atau disibukkan untuk mempersiapkan perjalanan untuk liburan di saat weekend. Atau malah sudah melakukan perjalanan ke sebuah tempat.  Padahal waktu Jumat sore saat ashar, adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan meminta ampun.
Kadang, aku juga lupa mengkhususkan diri untuk berdoa di Jumat sore. Apalagi hawa-hawa liburan akan datang menjelang. Atau sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaan agar tidak dikerjakan di saat liburan. Itu PR sekali untukku.
***
Sebenarnya masih banyak amalan-amalan lain di hari Jumat selain amalan-amalan di atas. Namun, aku hanya menuliskan tiga saja. Sisanya aku cari dulu literaturnya terkait dengan hadist-hadist tentang amalan di hari Jumat. Jujur lumayan berat sih kalau menulis tentang konten tentang ibadah dan lainnya. Hanya, terkadang dari hati terdalam ingin sekali punya konten yang bermanfaat yang berhubungan dengan sebuah ilmu. Sedikit demi sedikit, aku coba belajar lagi kemudian aku tulis. Semoga ini jadi bagian dari amal jariyyah dan dapat memberikan manfaat untuk orang lain.
Walau, jujur deg-degan kalau mau mempublikasikan tulisan ini. Takut hadistnya salah, takut ada tulisan yang tidak sesuai. Tapi bismillah saja, semoga niat baik akan berbuah baik juga. Aamiin.
Semoga bermanfaat. Terima kasih....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulang Tahun Indocement ke-44: Quarry Walk di Lahan Reklamasi Bekas Tambang

“Take care of the earth and she will take care of you” Berkunjung ke area bekas tambang yang terlintas dalam benak orang awam sepe...