7 Ulah Pengendara Sepeda Motor Yang Membahayakan

www.erfano.com
Kalau berpergian keluar rumah, emang paling praktis menggunakan sepeda motor. Kalau ingin tambah praktis, biasanya cukup panggil ojek online. Cuma perumahanku yang sedikit jauh dari jalan raya membuat agak sulit mendapatkan ojek online. Apalagi kalau pulang, ojek online hanya berani mengantarkan sampai jalan besar saja di dekat pasar, sebab para ojek pangkalan tidak menginzinkan ojek online untuk masuk. Jadi, sepeda motorlah andalanku kalau mau ke mana-mana.
Sebenarnya, kalau bawa sepeda motor sendiri jatuhnya sih lebih murah. Biasanya kalau isi minyak sekitar 3 literan, bisa dipakai seminggu lebih untuk pergi ke tempat kerja, ke pasar dan ke beberapa tempat makan yang ingin dikunjungi saat akhir pekan. Tiga liter minyak pertilite hanya 25 ribuan dan itu untuk sepekan. Murah banget kan?
Ya, kalau bawa motor memang ada plus dan minusnya. Plusnya ya tadi, praktis dan murah pake banget. Minusnya juga ada, khusus buatku minusnya itu lebih ke pengendara motor yang kadang suka “aneh-aneh” kelakuannya di jalan. Yang kalau enggak awas, beberapa kecelakaan di jalan bisa disebabkan ulah mereka yang “semau” sendiri di jalanan.  Nah, berikut himpunan ulah pengendara sepeda motor yang membahayakan versi www.erfano.com
1.    Salah pasang lampu sein
Terkait tulisan tentang lampu sein, sudah sempat aku bahas di tulisan ini. Tapi, aku refresh lagi. Lampu sein sebagai tanda aba-aba pengendara saat akan berbelok kadang salah digunakan. Pernah lihat nggak sih, pengendara yang menyalakan lampu sein ke kanan, tapi beloknya ke kiri. Atau pengendara yang mau belok ke kiri tapi tidak menyalakan lampu sein, kalau pun menyalakan sudah berbelok. Jadi pengendara di belakangnya mau nggak mau ngerem mendadak atau lebih fatal lagi tabrakan terjadi dan  tidak dapat dihindari.
Sebagai sesama pengendara rasanya gregetan melihat fenomena terkait lampu sein ini. Terlebih kalau lihat pengendara yang dengan cuek bebeknya nggak menyalakan lampu seinnya. Padahal kalau dilihat-lihat, motornya masih bagus dan sepertinya lampu seinnya juga baik-baik saja. Kesadaran terkait penggunaan lampu sein ini harus digalakkan mengingat kecelakaan tabrak dari belakang adalah kecelakaan terbesar nomor dua. Nah kan....
2.    Main handphone saat berkendara
Pernah lihat pengendara yang laju kendaraannya melambat terus kepalanya ke kiri bawah ke atas berkali-kali? Sudah dipastikan pengendara itu ngefans sama Riana The Sacred ha... ha... ha....  Bukan. Sudah dipastikan dia membawa kendaraannya sambil membalas apapun di handphonenya.
Aku sih nggak habis pikir, ada orang yang bisa berkendara sambil tekan tuts huruf untuk membalas pesan yang masuk. Kenapa pengendara jenis begini enggak berhenti dulu, puas-puasin untuk balas chatnya satu persatu. Kemudian izin berhenti sebentar untuk nggak balas chat karena sedang berkendara. Apa susahnya? Karena kalau pengendara jenis begini terus dilestarikan, bukan saja membahayakan nyawanya tapi juga membahayakan pengendara lain. Kadang nih ya, pengendara lain sudah sangat berhati-hati saat berkendara cuma karena ulah pengendara yang bawa motor sambil balesin chatting di hapenya, keselamatan orang terancam.
Nah, yang bikin aku herannya berlipat-lipat adalah pengendara jenis begini rata-rata tuh laki-laki. Bukannya yang multi tasking alias melakukan beberapa hal dalam satu waktu itu biasanya kaum perempuan. Tapi, amit-amitlah kalau sampai keseringan bertemu dengan pengendara macam beginian.
Beberapa kali ketemu, biasanya aku mendahului kemudian menegurnya. Oh ya, selain pengendara motor, pengendara mobil yang juga sibuk dengan telepon genggamnya juga banyak. Kalau mobilnya melambat, selain kemungkinan baru belajar mobil bisa dipastikan karena sambil memainkan handphone.
3.    Ngobrol dengan sesama pengendara
Nanya lagi: Pernah enggak saat bawa motor, ada dua motor di depan kita jalan beriringan dan ngobrol satu sama lain. Kalau pernah, ini juga yang aku bingungkan. Kok bisa ya?
Maksudnya begini, kalau memang ngobrol mengingatkan sesuatu sih masih dimaklumi. Tapi ngobrol renyah di jalanan saat masing-masing membawa kendaraan itu aneh bin ajaib. Pertanyaan berikutnya, apa sih obrolan yang begitu penting itu sampai diobrolin di tengah jalan. Bisa enggak, kalaupun mau ngobrol  gitu, minggir sejenak lantas ngobrol deh sesuka hati. Atau pergi ke cafe atau tempat ngopi biar obrolannya makin renyah.
Bahayanya kalau berada di belakang dua pengendara yang lagi ngobrol, selain laju kendaraan melambat. Obrolan yang terlampau seru kadang buat pengendara jenis itu suka tiba-tiba ngerem atau melakukan hal-hal tak terduga yang pastinya membahayakan. Kenapa bisa begitu? Jelaslah, fokus pengendara terpecah. Lagian apa sih enaknya ngobrol saat sama-sama berkendara?
4.    Pasang knalpot racing
Aku tuh paling males, lihat pengendara jenis beginian. Knalpot racing tuh, kalau kena muka. Aduuh, juara ganggunya. Tahu sendiri kan knalpot mengeluarkan anginnya enggak sedikit, kalau angin semriwing sih enak. Lah angin knalpot yang dibuat ala-ala racing? Nggak banget deh... Makanya abang terheran-heran, dan suka menghindar kalau melihat pengendara jenis begini.
Pengendara motor dengan knalpot ala-ala racing biasanya anak abegeh yang haus akan eksistensi. Enggak diakui jadi cari pengakuan. Bisa juga karena ngefans sama acara-acara racing jadi motor dimodif ala-ala racing. Masalahnya duit cekak jadi yang dimodif cuma knalpotnya saja. Body sama bagian motor lainnya dimodif kalau nunggu dapat hadiah atau nemu harta karun dulu ha... ha... ha....
5.    Dengerin musik lewat earphone
Kalau yang ini aku ngaku, aku pernah menggunakan earphone saat bawa motor. Namun beberapa waktu belakangan ini, aku sudah jarang menggunakan earphone karena tahu kalau itu berbahaya.
Penggunaan earphone saat berkendara membuat fungsi telinga jadi terganggu. Biasanya nggak bakalan dengar ada klakson dari motor atau pengendara lain. Nah itu yang sebenarnya membahayakan. Jadi kudu dihentikan penggunaan earphone saat berkendara.
6.    Kebut-kebutan
Kalau ini sudah pasti membahayakan. Apapun itu kalau sudah namanya tergesa-gesa lalu bawa motor dengan kebut-kebutan, salip sana salip sini, jelas banget membahayakan  Tidak hanya diri sendiri juga pengendara lain bahkan orang di jalanan bisa kena dampak.
Beberapa kecelakaan yang sering nongol di instagram atau kanal youtube disebabkan karena pengendara yang ngebut dan ugal-ugalan di jalan. Kalau kecelakaan tunggal sih sebodo amat, kalau kecelakaan trus mencelakai orang-orang yang enggak tahu apa-apa, kan nyebelin.
7.    Berkendara sambil merokok, mabuk atau pakai narkoba
Ini juga yang bikin aku heran, ya kok bisa ya sambil bawa motor sempet ngerokok. Apa saking sibuknya sampai ngerokok pun kudu dilakukan di saat berkendara. Selain membahayakan, asap rokok juga enggak kalah membahayakan buat pengendara lain, apalagi buat yang nggak ngerokok, macam aku ini.
Kalau pengendara yang mabuk dan menggunakan narkoba sudah banyak beritanya. Ada yang nabrak trotoar. Ada yang nabrak kerumunan orang dan menewasakan orang yang nggak sedikit.  Setelah kondisi supirnya dicek, mabuk atau menggunakan narkoba. Pas mobilnya diperiksa ada beberapa jenis narkoba ditemukan. Hadeeh....
Kalau lihat pengendara motor yang mabuk dan pakai narkoba, Alhamdulillah sampai sekarang belum. Tapi semoga saja enggak bakalan ketemu ha... ha... ha....
Itulah tujuh ulah pengendara motor/mobil yang membahayakan versiku. Ini berdasarkan pengalamanku saat berkendara. Perlu ekstra kesabaran dalam menghadapi pengendara-pengendara jenis begini.
Semoga tulisan ini bermanfaat! Terima kasih

Tidak ada komentar

Posting Komentar