Minggu, 25 November 2018

Asyiknya Acara Televisi Jadul


Aku suka banget nonton televisi. Walau enggak semua acaranya ditonton, tapi aku bisa hafal.  Dari kecil kebiasaan nonton tipi itu berlanjut sampai segede sekarang.  Dulu sih, acara tivinya emang keren-keren banget. Yang selalu aku ikuti itu salah satunya adalah acara Asia Bagus, dari aku masih sekolah dasar sampe mau lulus SMA. Dari acaranya nongol di TVRI sampai migrasi ke RCTI, aku adalah penonton setianya. Acara lain yang juga aku tonton adalah Kera Sakti (semua versi), Angling Darma, Film Televisi (FTV), dan sinema elektronik.
Berhubung dulu televisi adalah benda yang langka belum lagi harus menggunakan antena khusus agar nggak cuma TVRI doang yang ada, jadinya kita berbondong-bondong nonton di rumah tetangga. Nah, salah satunya nonton Kera Sakti, kudu jalan ke rumah tetangga yang beda dusun biar bisa lihat aksinya Sun Go Koong. Setelah nonton berasa puas dan terhibur. Saat sudah ada antena khusus di rumah dan ada Kera Sakti versi baru, ya tetap aja ngikutin sampe habis.

Banyak acara televisi tahun 90an hingga 2000an yang menarik seperti MTV, Asia Bagus, beragam acar musik lokal dan sinetron yang menghibur

Selain acara-acara drama dan silat, acara kompetisi adalah salah satu acara yang paling banyak aku tonton. Asia Bagus sih yang aku ikutin, setiap Sabtu sore jam lima aku udah pantengin televisi. Kalau kalian lupa atau tidak tahu Asia Bagus aku jelasin lagi. Asia Bagus itu adalah kompetisi nyanyi yang diikuti oleh beberapa negara di Asia seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Taiwan. Setiap minggu akan dicari pemenang mingguan terus diadu untuk dapetin juara bulanan dan juara umum (grand championship). Banyak penyanyi-penyanyi Indonesia yang lahir dari ajang pencarian bakat ini, sebut saja Krisdayanti dan Dewi Gita yang menang di grand championship tahun 1992. Krisdayanti berhasil meraih juara 1 sedangkan Dewi Gita berhasil meraih juara dua. Mereka mengalahkan finalis-finalis dari negara lain seperti Malaysia, Jepang dan Singapura.  Oh ya, Rio Febrian dan Alena juga sempat jadi juara umum juga loh. Andien juga sempat menang di kompetisi mingguan dan masuk jadi finalis di grand champoinship.
Acara televisi lain yang aku ikutin waktu masih remaja adalah Music Television (MTV), dulu MTV tayang di stasiun televisi ANTV. Setiap sore habis pulang dari sekolah pasti mantengin buat nonton MTV Most Wanted, acara request lagu gitu dan dipandu VJ VJ dari Asia seperti Sarah Sechan, Donita, Utt, Jimmy dan sebagian aku lupa. Di acara ini kalau kita request lagu dari Artist of The Month, bakalan dapat merchandise dari artis bersangkutan. Dulu, aku sempat buat request yang unik gitu. Siapa tahu bisa terpilih dan dapat merchandise. Tapi aku belum beruntung.... Setiap bulan aku pasti nunggu, kira-kira siapa lagi artist of the mont yang akan dipilih. Soalnya kalau seorang penyanyi atau band jadi artist of the month, lagu-lagunya sering diputar di acara-acara MTV lainnya. Interview juga kerap dilakukan dengan artist of the month. Jadi kalau penyanyi favorit yang terpilih, kan senang banget. Seringnya sih artist of the month yang terpilih itu penyanyi-penyanyi baru.
Selain MTV Most Wanted, aku juga mantengin acara MTV lainnya seperti MTV Asia Hit List. MTV Asia Hit List itu chart top 20 dari semua artist. Dulu awal-awal nonton lagi suka dengerin lagunya Celine Dion yang My Heart Will Go On dan yang aku tahu lagu itu pasti bakal ada sekitar jam dua siang di hari Sabtu. Selidik demi selidik ternyata MTV Asia Hit List tayang jam 12 sampai jam dua siang, dan kebetulan juga lagu Celine Dion ada di posisi pertama selama 11 minggu gitu. Pas aku cek, Celine Dion nangkring di posisi 1 terus minggu berikutnya disusul oleh Savage Garden dengan lagu Truly Deeply Madly, minggu berikutnya Celine Dion naik lagi merajai chart sampai sembilan minggu berturut-turut, kemudian diambil alih lagi oleh Madonna lewat lagu Frozennya, minggu berikutnya Celine Dion naik lagi di posisi pertama. Total 11 minggu. Hebat yaak?
Nah, yang aku lumayan kaget di tahun 1998, ada penyanyi Indonesia yang tiba-tiba masuk chart. Anggun lewat lagu Snow On The Sahara. Perasaanku waktu itu bangga banget ada penyanyi Indonesia yang bisa masuk chart bareng artis-artis internasional. Sayangnya Anggun cuma mentok sampai posisi 2. Tapi udah keren sih. Apalagi di chart tahunan (1998), Snow On The Sahara berhasil nangkring di posisi 19, posisi 20 ada lagu Ray Of Lightnya Madonna.
Gara-gara MTV Asia Hit List, aku mulai ngikutin sepak terjang penyanyi penyanyi luar negeri. Hampir hafal semuanya. Ha... ha... ha....
Acara MTV lain yang aku gemari dan merupakan acara MTV lokal Indonesia adalah MTV Ampuh atau MTV Ajang Musik Pribumi Sepuluh terus berganti jadi duapuluh. Di tahun 1998, lagunya Reza Artamevia berhasil nongrong di posisi pertama sebanyak tujuh minggu di susul ME dengan lagunya Inikah Cinta dan Krisdayanti di posisi 3 karena berhasil nongkrong di posisi pertama selama lima minggu. Dulu, kalau musisi berhasil masuk chart MTV Ampuh berasa keren banget karena kreadibilitas lagu dan albumnya nggak diragukan. Beda sama chart-chart sekarang yang diset sesuka hati oleh yang punya televisi.
Masuk era tahun 1999 sampai 2000-an, MTV Ampuh didominasi grup band yang albumnya terjual hingga jutaan copy. Yang paling membekas banget ya munculnya Sheila On Seven, dari lagunya yang berjudul Kita sampai Dan ganti-gantian nongkrong di posisi pertama. Dulu tuh, sulit banget menggeser posisi grup band ini, kalau mereka buat video klip baru. Lagunya nggak bakalan mulai dari bawah, tapi langsung menggantikan lagunya yang lama. Misal lagu Kita Sheila On 7 berhasil di posisi satu, terus video klip Dan muncul, lagu Dan itu yang akhirnya gantiin lagu Kita.
Di era ini kayaknya era emasnya musik Indonesia, Sheila On 7, Jamrud, Dewa, dan Padi berhasil menorehkan prestasi sebagai band yang albumnya terjual hingga jutaan kaset.  Kalau jajaran penyanyi solo, ada Chrisye, Krisdayanti, Titi DJ, Rita Effendy, Rossa, Reza Artamevia dan penyanyi-penyanyi lainnya.
Tahun berganti, dan aku makin gede terus kuliah. Aku sudah jarang ngikutin acara televisi. Karena padatnya acara apalagi semenjak tinggal di kossan dan cuma ada televisi satu-satunya. Hasrat nonton televisi masih tinggi tapi kesempatan sangat langka. Apalagi selera teman-teman kossan yang beda banget, mereka suka banget nonton berita ha... ha.... Beda jauh sama aku yang suka nonton dan dengerin musik.Tapi masih suka curi-curi nonton sih, apalagi kalau acara-acara MTV, aduuuh.... kayaknya kesiksa banget waktu itu. Paling baner lihat di tabloid atau majalah untuk chart terkini. Cuma lama-lama karena kesibukan akhirnya hasrat buat nonton mulai berkurang.
Semenjak menikah, aku hampir neggak pernah nonton televisi dan emang enggak minat sih. Televisi tuh cuma kayak salah satu properti hiasan di rumah ha.. ha...  apalagi di era digital kayak sekarang. Nonton sudah bisa dilakukan di telepon genggam masing-masing. Masih ada beberapa acara musik yang aku ikutin sih terutama kompetisi nyanyi kayak Indonesian idol dan The Voice. Cuma ya gitu, sebatas melihat saja. Nggak kayak dulu sampe dibela-belain buat nonton dan begadang.
Kalau sekarang karena acara di youtube makin banyak dan rame jadi acara-acara televisi sudah enggak begitu penting. Apalagi banyak gimmik gimmik artis yang nggak penting yang lagi cari panggung biar tetap eksis. Seperti yang terjadi beberapa hari ini, seorang suami yang gebrek istri di kamar. Aku sih nggak ngikutin, tapi di instagram lumayan rame. Miris aja sih jadinya...
Kalau menurutku acara televisi sekarang nggak seseru yang dulu. Banyak banget hal-hal yang enggak penting yang dihadirkan. Mending nonton acara-cara di youtube atau baca buku. Ya kan?

Baca juga:
Ketemu Ria SW di Ideafest 2018
5 Musisi Cewek yang Jago Buat Lagu
Merekam Jejak Karya Mouly Surya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulang Tahun Indocement ke-44: Quarry Walk di Lahan Reklamasi Bekas Tambang

“Take care of the earth and she will take care of you” Berkunjung ke area bekas tambang yang terlintas dalam benak orang awam sepe...